HeadlineKomoditasPasar

Harga Minyak Jatuh, Perang Tarif AS Guncang Pasar

107
Harga Minyak Jatuh Perang Tarif AS Guncang Pasar
Harga minyak turun lebih dari 1% akibat perang tarif AS dan ketidakpastian geopolitik. Pasar khawatir akan dampaknya terhadap permintaan global.

CALGARY, BursaNusantara.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan pada Kamis (13/3/2025), dengan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun lebih dari 1%. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain, yang berpotensi menekan permintaan minyak global.

Pergerakan Harga Minyak

Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent turun US$ 1,07 atau 1,5% menjadi US$ 69,88 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI anjlok US$ 1,13 atau 1,7% ke level US$ 66,55 per barel.

Laporan Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan bahwa pasokan minyak global tahun ini diperkirakan akan melebihi permintaan sekitar 600 ribu barel per hari (bph). Permintaan minyak dunia sendiri hanya diproyeksikan meningkat 1,03 juta bph, turun 70 ribu bph dari perkiraan sebelumnya.

Faktor Pemicu Penurunan

Ketidakpastian makroekonomi dan meningkatnya ketegangan perdagangan global turut membayangi pergerakan harga minyak. Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap impor anggur, cognac, dan minuman beralkohol lainnya dari Eropa. Langkah ini menambah kekhawatiran investor terkait dampak perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Ketegangan perdagangan ini juga berimbas pada pasar saham AS, yang mengalami tekanan signifikan. Hal ini berdampak pada melemahnya sentimen di pasar minyak, meskipun data pemerintah menunjukkan penurunan stok minyak dan bahan bakar yang lebih tinggi dari perkiraan.

Menurut analis senior di Price Futures Group, Phil Flynn, kondisi pasar saat ini masih dalam tarik-menarik antara keseimbangan pasokan-permintaan yang positif dan dampak negatif dari kebijakan tarif AS. “Pasar menghadapi dilema, apakah harus fokus pada fundamental yang cukup solid atau mengantisipasi risiko dari kebijakan perdagangan yang lebih ketat,” ujarnya.

Respons Rusia dan OPEC

Di tengah ketidakpastian global, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow sepakat dengan usulan AS untuk menghentikan pertempuran. Namun, Putin menegaskan bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus memberikan solusi jangka panjang bagi perdamaian.

Meskipun wacana gencatan senjata ini muncul, analis UBS Giovanni Staunovo skeptis bahwa pasokan minyak Rusia akan mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat.

Selain itu, laporan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu (12/3/2025) menunjukkan bahwa produksi minyak mentah OPEC+ meningkat pada Februari, dipimpin oleh Kazakhstan. Kelompok produsen ini berupaya menegakkan kepatuhan terhadap target produksi yang disepakati, meskipun ada wacana pelonggaran pembatasan produksi dalam beberapa bulan mendatang.

Dampak terhadap Permintaan Global

Kondisi pasar minyak saat ini juga terpengaruh oleh penurunan permintaan bahan bakar pesawat. Data dari Badan Keamanan Transportasi AS (TSA) menunjukkan bahwa volume penumpang pada Maret turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu indikator melemahnya permintaan energi global.

Namun, analis JP Morgan mencatat bahwa hingga 11 Maret, permintaan minyak global rata-rata mencapai 102,2 juta bph, meningkat 1,7 juta bph dibandingkan tahun lalu. Angka ini sedikit melampaui proyeksi bulan ini sebesar 60 ribu bph, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan dari faktor eksternal, konsumsi minyak masih relatif stabil.

Harga Minyak Jatuh, Perang Tarif AS Guncang Pasar

Dengan situasi yang terus berkembang, pelaku pasar akan terus mencermati kebijakan perdagangan AS, pergerakan stok minyak global, serta potensi perubahan kebijakan dari OPEC dan sekutunya dalam beberapa bulan mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version