KomoditasPasar

Harga Minyak Naik, OPEC+ Pertimbangkan Ulang Kebijakan Produksi

106
Harga Minyak Naik, OPEC+ Pertimbangkan Ulang Kebijakan Produksi
Harga minyak naik setelah Rusia mengisyaratkan OPEC+ dapat membatalkan peningkatan produksi pasca-April, meski masih turun 3% secara mingguan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak melanjutkan tren kenaikan pada Jumat (7/3) setelah Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengisyaratkan bahwa OPEC+ mungkin membatalkan rencana peningkatan produksi pasca-April. Meski demikian, harga minyak masih mencatatkan penurunan mingguan lebih dari 3% akibat kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Pergerakan Harga Minyak Global

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik 99 sen atau 1,4% menjadi US$70,45 per barel pada pukul 14.15 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 93 sen atau 1,4% menjadi US$67,29 per barel.

Brent sempat menyentuh US$70,76 dan WTI mencapai US$67,68 setelah Novak menyatakan bahwa OPEC+ tetap akan meningkatkan produksi pada April, tetapi dapat mempertimbangkan langkah lain setelahnya.

OPEC+ dan Kebijakan Produksi

Pernyataan Novak mencerminkan pendekatan kehati-hatian OPEC+ dalam mengelola pasokan minyak global. Menurut analis Onyx Capital Group, Harry Tchilinguirian, OPEC+ tampaknya yakin bahwa pasar cukup kuat untuk menyerap tambahan produksi tanpa tekanan besar terhadap harga. Namun, pergerakan harga minyak saat ini menunjukkan indikasi sebaliknya.

Secara mingguan, harga Brent turun 3,8%, mencatatkan penurunan terbesar sejak 11 November, sementara WTI mengalami penurunan 3,6%—terbesar sejak 21 Januari. Hal ini dipicu oleh meningkatnya stok minyak mentah AS dan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan energi global.

Dampak Keputusan OPEC+ terhadap Pasar

Keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi sebanyak 138.000 barel per hari mulai April menjadi sorotan utama pasar. Menurut analis UBS, Giovanni Staunovo, pasar mungkin bereaksi berlebihan terhadap kebijakan ini, mengingat OPEC+ hanya akan meningkatkan produksi jika pasar dapat menyerapnya tanpa mengganggu keseimbangan harga.

Sebelumnya, harga minyak Brent sempat anjlok ke level terendah sejak Desember 2021 setelah data menunjukkan peningkatan stok minyak mentah AS. Situasi ini mendorong pelaku pasar untuk mencermati langkah lanjutan dari OPEC+ dalam menghadapi dinamika pasar global.

Kebijakan Tarif AS dan Dampaknya pada Harga Minyak

Dinamika harga minyak juga dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan AS. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa Washington berupaya mengurangi ekspor minyak Iran hingga hampir nol. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan mempertimbangkan langkah untuk memeriksa kapal tanker Iran di laut guna menekan pasokan global.

Pada Kamis (6/3), Trump mengumumkan penundaan tarif 25% terhadap barang impor dari Kanada dan Meksiko hingga 2 April. Namun, tarif baja dan aluminium tetap berlaku mulai 12 Maret. Menurut analis Rystad Energy, Mukesh Sahdev, meskipun penundaan tarif ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar, ketidakpastian kebijakan AS tetap menjadi tantangan utama bagi harga minyak global.

Prospek Pasar Minyak dan Ekonomi Global

Selain faktor kebijakan energi, pasar minyak juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Di AS, pertumbuhan lapangan kerja meningkat pada Februari, tetapi tingkat pengangguran naik menjadi 4,1%. Peningkatan ketidakpastian perdagangan dan pemangkasan anggaran federal dapat mengancam ketahanan pasar tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi harga minyak, investor dan pelaku pasar akan terus mencermati kebijakan OPEC+, kebijakan energi AS, serta indikator ekonomi global untuk menentukan arah pergerakan harga minyak ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version