Harga Minyak Stabil, Ketegangan Timur Tengah Reda, Fokus Bergeser ke Pemulihan Permintaan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (26/6/2025), menyusul meningkatnya konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat seiring dimulainya musim liburan musim panas.
Pasar mencermati dinamika baru dari meredanya ketegangan geopolitik setelah pernyataan damai dari Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Lonjakan Permintaan Jadi Pendorong Utama
Kenaikan permintaan bahan bakar musim panas di AS jadi pendorong utama penguatan harga minyak mentah global.
Harga minyak Brent naik 0,07% menjadi US$67,73 per barel.
WTI AS melonjak 0,49% ke posisi US$65,24 per barel.
Keduanya masih berada di bawah level tertinggi pascaserangan Israel ke Iran dua pekan lalu.
Menurut ANZ, perlambatan awal musim mengemudi kini mulai pulih seiring peningkatan aktivitas masyarakat.
Analis Price Futures Group menyebut kondisi pasokan minyak mentah global mendadak menjadi sangat ketat.
Sinyal ini menegaskan bahwa permintaan riil tengah meningkat meski pasar global dibayangi ketidakpastian geopolitik.
Laporan EIA Jadi Katalis Kuat
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan stok minyak sebesar 5,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Juni.
Angka itu jauh lebih dalam dibanding estimasi pasar yang hanya memperkirakan penurunan 797 ribu barel.
Data ini mengonfirmasi tingginya konsumsi domestik yang tidak terprediksi sebelumnya.
Pengurangan stok minyak tersebut menambah tekanan terhadap pasokan global yang mulai menyempit.
Kondisi inilah yang turut menyokong penguatan harga meski sempat tertahan oleh redanya konflik di Timur Tengah.
Dolar Melemah, Minyak Jadi Lebih Terjangkau Global
Pelemahan indeks dolar AS turut mendorong kenaikan harga minyak secara teknikal.
Dolar tercatat melemah ke posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.
Penyebabnya adalah spekulasi pasar atas rencana Presiden AS Donald Trump menunjuk ketua The Fed yang baru.
Hal ini memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga lanjutan.
Melemahnya dolar membuat minyak lebih murah untuk pembeli non-dolar.
Dampaknya adalah meningkatnya daya beli global terhadap minyak mentah yang tercatat dalam dolar.
Pola ini memperlihatkan bagaimana kebijakan moneter AS mampu memengaruhi dinamika komoditas energi secara luas.
Politik Damai Timur Tengah Picu Koreksi Risiko
Pasar global menyambut positif pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai peluang damai pascakonflik dengan Iran.
Hal serupa disampaikan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan kesepakatan nuklir baru akan dibahas pekan depan.
AS juga memberi sinyal pelonggaran sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari negosiasi baru tersebut.
Langkah ini membuka kemungkinan Iran kembali meningkatkan ekspor minyak dalam waktu dekat.
Namun, para analis menilai reaksi pasar masih hati-hati dan tidak serta-merta menghilangkan risiko geopolitik.
Citi dalam catatannya menyebutkan, langkah cepat menuju gencatan senjata menandakan kepekaan Washington terhadap tekanan harga energi.
Kondisi ini membuat investor tetap mencermati apakah stabilitas ini akan bertahan atau kembali memanas.
Perspektif Pasar: Keseimbangan Baru atau Sekadar Rehat?
Meskipun pasar minyak menunjukkan tanda pemulihan permintaan, harga masih jauh dari level sebelum konflik terbaru.
Brent masih lebih rendah dari penutupan US$69,36 pada 12 Juni, sehari sebelum serangan Israel ke Iran.
Investor kini mulai menakar apakah reli harga minyak dapat berlanjut tanpa dukungan dari ketegangan geopolitik.
Sementara fundamental permintaan AS menguat, sisi pasokan berpotensi bertambah bila Iran masuk kembali ke pasar.
Keseimbangan antara faktor makroekonomi, moneter, dan geopolitik jadi penentu tren minyak global dalam beberapa pekan ke depan.
Reaksi pasar terhadap sinyal-sinyal ini akan menjadi indikator penting arah harga selanjutnya.
Pasar tampaknya mulai bergerak dari fase penuh ketegangan menuju kalkulasi ulang terhadap keseimbangan baru pasokan dan permintaan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












