Geser Kebawah
Ekonomi MakroHeadline

Hasil Pertemuan OJK & MSCI: Investor Diminta Tenang

125
×

Hasil Pertemuan OJK & MSCI: Investor Diminta Tenang

Sebarkan artikel ini

Gebrakan Transparansi OJK: Proposal Baru untuk MSCI dan Sinyal Positif "Net Buy" Asing

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat menanggapi dinamika pasar modal. OJK bersama SRO menggelar pertemuan strategis dengan penyedia indeks global, MSCI.

Dalam pertemuan tersebut, OJK mengajukan proposal solusi konkret. Proposal ini menjawab kekhawatiran MSCI terkait transparansi dan likuiditas bursa Indonesia.

Sponsor
Iklan

Meskipun IHSG melemah 4,8% pada Senin (02/02), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp54,9 miliar.

Oleh karena itu, Ketua OJK baru, Frederica Widyasari Dewi, menghimbau investor agar tetap tenang. Ia meminta masyarakat tidak panik menghadapi fluktuasi pasar saat ini.

Selain itu, pergerakan indeks lebih mencerminkan aktivitas rebalancing portofolio. Investor kini beralih ke saham dengan fundamental kokoh, likuiditas tinggi, dan arus kas sehat.

Tiga Poin Utama Proposal OJK untuk MSCI

Pertemuan antara OJK, BEI, KSEI, dan Danantara dengan MSCI berlangsung sangat konstruktif. OJK berkomitmen menghadirkan pasar modal yang lebih transparan. Berikut adalah tiga langkah utama dalam proposal tersebut:

  • Transparansi Kepemilikan Saham: OJK akan mewajibkan pengungkapan kepemilikan saham bahkan untuk porsi di atas 1%.
  • Klasifikasi Investor Detail: KSEI akan merinci klasifikasi investor menjadi 27 subtipe guna memunculkan kredibilitas data UBO.
  • Kenaikan Free Float 15%: OJK mengusulkan kenaikan batas minimal saham publik dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.

Langkah-langkah ini bertujuan memastikan perdagangan berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. OJK ingin meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap bursa domestik.

Analisis Pasar: Rebalancing Portofolio dan Ketahanan Fundamental

Pelemahan indeks sebesar 4,8% ke level 7.922,73 selaras dengan kondisi regional. Bursa Korea (KOSPI), Hong Kong, dan Singapura juga mengalami tekanan serupa.

Namun, pengamat pasar Pandu Sjahrir mencatat fenomena menarik. Saham berfundamental bagus tetap mengalami kenaikan meskipun tipis. Hal ini membuktikan investor mulai memilah aset secara rasional.

Akibatnya, pasar sedang melakukan pembersihan terhadap aset yang tidak memenuhi standar global. Aksi beli bersih asing hari ini menjadi indikasi kuat pulihnya kepercayaan pasar. Regulator Indonesia bergerak sangat cepat dalam menangani isu MSCI ini dibandingkan negara lain. Jadi, respon cepat ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar.

Himbauan OJK: Fokus pada Prospek Jangka Panjang

OJK mengingatkan masyarakat agar berinvestasi untuk jangka panjang. Fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi sangat baik. Frederica menegaskan bahwa OJK dan SRO memantau pasar setiap hari secara ketat. Ia meminta investor mengambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi sesaat.

Jadi, pertemuan dengan MSCI ini merupakan langkah awal reformasi regulasi. OJK akan memberikan pembaruan rutin terkait progres komitmen ini kepada publik.

Keberhasilan proposal ini akan menjaga status Indonesia di indeks global. Harapannya, aliran dana asing akan masuk lebih besar di masa depan.

Tinggalkan Balasan