Komisaris BOBA Terus Borong Saham, Isyarat Kuat Kepercayaan Internal?
JAKARTA, BursaNusantara.com – Komisaris PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (BOBA), Hengky Wijaya, kembali menunjukkan keyakinannya terhadap masa depan perusahaan dengan membeli 150.000 lembar saham BOBA pada Rabu (25/6/2025).
Transaksi dilakukan di rentang harga Rp178 hingga Rp182 per saham dan dicatatkan secara resmi dalam keterbukaan informasi pada Kamis (3/7).
Pembelian ini bukan aksi tunggal, sebab dua hari sebelumnya Hengky telah lebih dulu membeli 56.900 lembar saham BOBA di kisaran harga Rp177–Rp182.
Ia menyampaikan bahwa pembelian saham tersebut bertujuan murni untuk investasi jangka panjang dengan skema kepemilikan langsung.
Dengan penambahan ini, porsi saham miliknya kini meningkat menjadi 291,38 juta lembar atau setara 25,21%, naik dari sebelumnya 25,19%.
Aksi Borong Saham dan Sentimen Investor
Lonjakan pembelian oleh komisaris kerap menjadi indikator awal kepercayaan internal terhadap valuasi dan prospek perusahaan.
Dalam banyak kasus, aksi ini dipantau pelaku pasar sebagai sinyal bahwa saham masih berada di bawah nilai wajarnya.
Hengky Wijaya yang telah lama berkecimpung di industri makanan dan minuman, memilih momentum koreksi teknikal untuk menambah kepemilikan.
Aksi ini terjadi tepat saat BOBA menguji zona pantulan dari support mingguan di level Rp157.
Selama sepekan terakhir, saham BOBA tercatat menguat hingga 13,4% dari level tersebut.
Analisis Pergerakan Harga Saham BOBA
Perdagangan intraday pada Jumat (4/7) menunjukkan kenaikan tipis 3 poin dari harga pembukaan Rp177 menjadi Rp180.
Meski belum spektakuler, tren pemulihan harga ini mengindikasikan reaksi pasar yang cukup positif terhadap akumulasi komisaris.
Level harga Rp180 saat ini menjadi titik krusial yang akan menentukan kelanjutan tren jangka pendek.
Jika tekanan beli berlanjut, potensi pengujian kembali resistance di level Rp190 cukup terbuka dalam pekan mendatang.
Namun tekanan jual spekulatif tetap membayangi mengingat karakter saham BOBA yang cenderung sensitif terhadap aksi profit-taking.
Strategi Akumulasi yang Terkelola
Langkah Hengky dalam menyicil pembelian secara bertahap dinilai sebagai bentuk strategi akumulasi yang disiplin.
Dibanding pembelian dalam jumlah besar sekaligus, metode ini cenderung lebih efisien secara risiko harga rata-rata.
Dengan spread pembelian hanya terpaut tipis dari hari ke hari, dapat diasumsikan Hengky membidik stabilitas bukan spekulasi.
Gaya investasi ini juga memberi sinyal bahwa orientasi utamanya adalah keterlibatan jangka panjang, bukan trading jangka pendek.
Ini memberi angin segar bagi investor ritel yang mengincar saham-saham dengan komitmen internal kuat.
Kepemilikan Besar, Kontrol Semakin Menguat?
Dengan kepemilikan yang sudah melampaui 25%, posisi Hengky dalam struktur pemegang saham BOBA kini semakin strategis.
Meski tidak berstatus pengendali utama, porsi ini memberi ruang signifikan untuk pengaruh dalam arah korporasi ke depan.
Investor institusi maupun ritel cenderung memperhatikan dinamika ini sebagai acuan dalam mempertimbangkan konsistensi manajemen.
Pasalnya, di banyak kasus di BEI, pemegang saham besar yang aktif menambah porsi saham biasanya juga berperan aktif dalam pengembangan fundamental perusahaan.
Jika hal ini terus berlanjut, saham BOBA berpotensi menjadi salah satu emiten consumer goods kecil yang paling diperhatikan dalam semester II 2025.
Penutup yang Menggugah Investor Ritel
Langkah Hengky Wijaya bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sinyal keyakinan dari dalam.
Ketika komisaris terus menambah porsi di harga pasar, satu pertanyaan besar muncul: Apa yang sebenarnya mereka lihat ke depan, dan apakah pasar siap merespons lebih cepat dari biasanya?
Langkah ini menyentuh aspek psikologis investor bahwa kadang, mengikuti jejak orang dalam bukan hanya strategi, tapi intuisi yang terkonfirmasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












