BisnisEnergi

HGII Siap Genjot Investasi Energi Hijau Nasional

158
HGII Siap Genjot Investasi Energi Hijau Nasional
HGII targetkan ekspansi ke proyek EBT usai finalisasi RUPTL 2025–2034. Fokus ke energi surya, hidro, dan panas bumi.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Hero Global Investment Tbk (HGII) memanfaatkan peluang transisi energi nasional dengan merancang ekspansi strategis di sektor energi rendah karbon.

Langkah ini menyusul rampungnya dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menjadi dasar roadmap investasi jangka panjang HGII.

Target EBT Capai 70% dari Total Penambahan Kapasitas

RUPTL yang dirilis pemerintah menargetkan penambahan pembangkit sebesar 71 gigawatt (GW) dalam kurun 10 tahun ke depan.

Dari total tersebut, sekitar 70% bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), seperti 17 GW tenaga surya, 16 GW tenaga hidro, dan 5,2 GW panas bumi.

Baca Juga: IPO HGII, Yonden Dukung Target Energi Bersih 100 MW

Menurut Direktur Utama HGII Robin Sunyoto, arah kebijakan ini memperkuat kepercayaan investor untuk masuk ke sektor EBT. Ia menyebut skema kemitraan seperti Independent Power Producer (IPP) memberikan ruang partisipasi swasta hingga 60% dari total investasi.

“Proyek energi terbarukan kini makin bankable karena adanya jaminan pembelian listrik jangka panjang oleh PLN serta pendanaan dari lembaga keuangan global,” ungkap Robin.

Rencana HGII Menjadi Pemain Kunci di Sektor Hijau

HGII tengah menyiapkan strategi untuk menjadi pemain utama dalam rantai nilai energi hijau nasional. Perusahaan membuka peluang untuk berperan sebagai operator dan investor proyek pembangkit EBT, baik melalui joint venture maupun pembangunan langsung.

Baca Juga: Perusahaan Energi Terbarukan HGII IPO, Yonden Jepang Genggam 25% Saham

Fokus utama HGII adalah sektor tenaga surya, hidro, dan panas bumi yang dinilai punya potensi besar di Indonesia.

“Dengan dukungan regulasi, kebutuhan energi dalam negeri, dan kekuatan modal, HGII percaya mampu menjadi pilar penting dalam ekosistem transisi energi nasional,” lanjut Robin.

Kinerja Keuangan Membaik dan Struktur Modal Makin Solid

Sepanjang 2024, HGII mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 44,9% menjadi Rp37,8 miliar, meskipun terjadi penyesuaian pendapatan dari Rp103,18 miliar menjadi Rp95,29 miliar. Efisiensi operasional mendorong kenaikan laba kotor 15,2% menjadi Rp81,9 miliar.

Baca Juga: Hero Global IPO: Kemitraan Jepang Percepat Energi Terbarukan

Dari sisi permodalan, rasio ekuitas terhadap total aset meningkat menjadi 67%, menandakan struktur keuangan yang semakin sehat.

Selain itu, HGII resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 9 Januari 2025, setelah mengantongi izin efektif dari OJK. Dana hasil IPO digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendanai proyek-proyek strategis energi terbarukan.

Visi Panjang untuk Transisi Energi Nasional

Langkah HGII menyasar sektor energi hijau mencerminkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Model bisnis yang adaptif dan responsif terhadap kebijakan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan di tengah geliat transformasi energi global.

Dengan pijakan yang kuat dan strategi yang matang, HGII percaya diri memperluas kontribusinya dalam menciptakan sistem kelistrikan nasional yang bersih, berkelanjutan, dan inklusif.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version