Geser Kebawah
Ekonomi Makro

Hilirisasi Komoditas Strategis: Potensi Tambah Rp15 Ribu T

69
×

Hilirisasi Komoditas Strategis: Potensi Tambah Rp15 Ribu T

Sebarkan artikel ini
Hilirisasi Komoditas Strategis Potensi Tambah Rp15 Ribu T
Mentan Andi Amran Sulaiman ungkap hilirisasi kelapa, gambir, dan CPO berpotensi hasilkan Rp15.000 triliun bagi ekonomi nasional. Simak rinciannya di sini!

Transformasi Ekonomi Melalui Pengolahan Sumber Daya Alam Nasional

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kementerian Pertanian memproyeksikan pengolahan nilai tambah pada tiga komoditas utama dapat memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp15.000 triliun bagi Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa strategi hilirisasi komoditas strategis yang mencakup kelapa, gambir, dan crude palm oil (CPO) merupakan langkah kunci untuk menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dikutip pada Jumat (27/2/2026), Amran menekankan pentingnya kepemimpinan strategis dalam memastikan kekayaan alam dikelola di dalam negeri.

Langkah ini bertujuan agar manfaat maksimal dari kekayaan sumber daya tersebut dapat dirasakan langsung oleh rakyat melalui peningkatan nilai jual produk olahan di pasar internasional.

Penghentian ekspor mentah dinilai bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan menyangkut martabat bangsa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Transformasi industri ini diharapkan mampu mengamankan struktur ekonomi nasional dalam jangka panjang melalui penguatan sektor manufaktur berbasis pertanian.

Peluang Hilirisasi Komoditas Strategis: Kelapa dan Gambir

Sektor kelapa kini menghadapi peluang besar seiring terjadinya pergeseran pola konsumsi pangan nabati di pasar global, terutama di China.

Seperti diungkapkan oleh Mentan Amran, masyarakat di China mulai beralih dari konsumsi susu hewani ke susu berbasis kelapa atau coconut milk.

Potensi ekonomi dari perubahan tren konsumsi susu nabati di pasar Tiongkok tersebut diperkirakan mampu menyentuh angka Rp5.000 triliun.

Hal ini membuka ruang luas bagi industri pengolahan kelapa dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penetrasi pasar ke mancanegara.

Selain kelapa, komoditas gambir juga memiliki nilai ekonomi fantastis yang belum tergarap maksimal di dalam negeri meskipun Indonesia menguasai 80 persen bahan baku dunia. Saat ini, sebagian besar gambir diekspor ke India sebelum akhirnya diproses dan dijual kembali ke Amerika Serikat dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Dominasi Pasar CPO dan Kemandirian Energi Biofuel

Indonesia saat ini memegang kendali atas 60 hingga 70 persen pangsa pasar CPO global yang memberikan posisi tawar sangat kuat secara geopolitik ekonomi.

Strategi hilirisasi komoditas strategis di sektor kelapa sawit difokuskan pada penguatan program biofuel guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar solar.

Melalui riset internal kementerian, penguatan rantai pasok CPO dari hulu ke hilir diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan bagi perekonomian nasional.

Integrasi industri kelapa sawit dengan sektor energi domestik diharapkan dapat menciptakan ketahanan energi sekaligus memperkuat neraca perdagangan.

Hanya dengan mengandalkan pengolahan tiga komoditas ini, potensi ekonomi Rp15.000 triliun dinilai sangat realistis untuk dicapai jika seluruh pihak berkomitmen pada tindakan nyata.

Amran menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia harus dipaksa maju melalui tindakan konkret dalam mengelola kekayaan alamnya sendiri.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan