BankHeadlineKeuangan

Himbara Tarik Dana? Bank Mandiri Pastikan Dana Nasabah Aman

186
Himbara Tarik Dana Bank Mandiri Pastikan Dana Nasabah Aman
Bank Mandiri tegaskan kondisi keuangan solid dan dana nasabah aman meski muncul seruan tarik dana di Himbara serta kekhawatiran BPI Danantara.

JAKARTA, BursaNusantara.com PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membuka suara mengenai isu yang beredar di media sosial terkait seruan penarikan dana massal dari bank-bank BUMN serta kekhawatiran atas pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Dalam keterangannya, Corporate Secretary BMRI, M. Ashidiq Iswara yang akrab disapa Ossy menegaskan bahwa kondisi keuangan dan fundamental bisnis Bank Mandiri berada dalam keadaan yang solid dan aman, sehingga nasabah tidak perlu khawatir.

Tanggapan Resmi Bank Mandiri Terhadap Isu Tarik Dana

Pernyataan Ketenangan dari Pihak Manajemen

Pada Jumat (21/2/2025), dalam wawancara bersama Investor Daily, Ossy menjelaskan, “Kami ingin menegaskan bahwa kondisi keuangan dan fundamental bisnis Bank Mandiri berada dalam keadaan yang solid dan aman. Oleh karena itu, nasabah serta pemangku kepentingan tidak perlu merasa khawatir.”

Pernyataan ini bertujuan untuk meredam spekulasi yang berkembang di kalangan media sosial, yang mengaitkan seruan tarik dana dengan adanya isu terkait pembentukan BPI Danantara.

Konteks Isu dan Kekhawatiran Publik

Isu mengenai tarik dana massal di Himbara muncul di tengah rumor mengenai rencana pembentukan BPI Danantara, sebuah holding yang akan mengelola aset tujuh BUMN besar dengan nilai total mencapai Rp14.715 triliun.

Rumor tersebut memicu kekhawatiran bahwa dana nasabah bisa terpengaruh oleh kegiatan investasi yang dilakukan oleh holding baru itu.

Namun, Bank Mandiri menegaskan bahwa dana nasabah tidak terkait dengan aktivitas investasi tersebut.

Kondisi Keuangan dan Indikator Kinerja Utama

Penjelasan Mengenai Kinerja Keuangan

Dalam menyikapi kekhawatiran tersebut, Ossy memaparkan berbagai indikator kinerja keuangan BMRI sebagai bukti stabilitas perseroan.

Bank Mandiri telah menunjukkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang positif, dimana sepanjang tahun 2024 DPK tumbuh sebesar 6,82% year on year (YoY) mencapai Rp1.327 triliun.

Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah melalui current account saving account (CASA) yang kini menyumbang 80,3% dari total DPK.

Indikator Kinerja Utama Bank Mandiri

  • DPK dan CASA: Peningkatan DPK sebesar 6,82% YoY menjadi Rp1.327 triliun, dengan komposisi CASA mencapai 80,3%.
  • Likuiditas: Indikator seperti Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) tercatat pada level 94,8%, Loan to Funding Ratio (LFR) mencapai 82,9% secara konsolidasi, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada pada 141%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 109% pada akhir 2024.
  • Kualitas Aset: Rasio Non Performing Loan (NPL) gross untuk bank only mengalami penurunan menjadi 0,97% dari 1,02% pada tahun sebelumnya, dan rasio NPL net membaik menjadi 0,33%.
  • Pertumbuhan Kredit: Penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.310,8 triliun, naik 20,7% YoY, dengan segmen wholesale meningkat 25,5% YoY menjadi Rp913,3 triliun, dan kredit UMKM tumbuh 6% YoY menjadi Rp135 triliun.
  • Total Aset: Pada akhir 2024, total aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp2.427 triliun, tumbuh 11,6% YoY.

Dampak Positif dari Kinerja Keuangan

Ossy menekankan bahwa pencapaian-pencapaian tersebut merupakan bukti nyata dari strategi pengelolaan risiko dan likuiditas yang efektif.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat industri keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Ossy.

Dengan stabilitas keuangan yang terjaga, Bank Mandiri siap menghadapi dinamika pasar global dan memastikan bahwa dana nasabah tetap aman.

Komitmen Terhadap Good Corporate Governance

Implementasi Praktik Perbankan Terbaik

Sebagai lembaga jasa keuangan yang telah teruji, Bank Mandiri berkomitmen menjalankan operasional bisnis berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Hal ini diawasi ketat oleh regulator, antara lain Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Mandiri merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pengawasan dan Tata Kelola

  • Audit Rutin dan Pengawasan Regulator: Bank Mandiri secara rutin menjalani audit internal dan eksternal, serta pengawasan dari BI dan OJK.
  • Praktik Perbankan Terbaik: BMRI menerapkan praktik perbankan yang berorientasi pada perlindungan kepentingan nasabah serta stabilitas sistem keuangan nasional.
  • Transparansi dan Akuntabilitas: Setiap laporan keuangan dan kegiatan operasional dipublikasikan secara terbuka untuk menjaga kepercayaan publik dan nasabah.

Jaminan Keamanan Dana Nasabah

Dalam menghadapi rumor tarik dana di Himbara dan kekhawatiran atas keterkaitan dengan BPI Danantara, Bank Mandiri dengan tegas menyatakan bahwa dana nasabah tetap aman dan tidak terkait dengan kegiatan investasi holding tersebut.

Pernyataan ini bertujuan untuk mengembalikan dan menjaga kepercayaan para nasabah serta pemangku kepentingan, sehingga spekulasi negatif dapat diminimalisir.

Pertumbuhan Kredit dan Aset sebagai Motor Ekonomi

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit

Pertumbuhan DPK yang positif dan peningkatan penyaluran kredit menjadi indikator penting yang menunjukkan kesehatan operasional Bank Mandiri.

Dengan pertumbuhan DPK mencapai dua digit pada Januari 2025 dan penyaluran kredit yang meningkat signifikan, BMRI menunjukkan kemampuannya dalam mengelola sumber dana dan mengoptimalkan penyaluran kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bank Mandiri tidak hanya fokus pada pertumbuhan internal, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perekonomian nasional.

Dengan total aset konsolidasi yang terus tumbuh dan pertumbuhan kredit yang konsisten, BMRI memperlihatkan komitmen untuk mendukung sektor riil dan UMKM.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penutup: Menjaga Kepercayaan Nasabah dan Stabilitas Sistem Keuangan

Dalam kondisi pasar yang penuh dinamika dan rumor yang dapat memicu kekhawatiran, Bank Mandiri dengan tegas memastikan bahwa kondisi keuangan dan fundamental bisnisnya tetap solid dan aman.

Melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, pengawasan ketat dari regulator, serta strategi pengelolaan risiko yang efektif, BMRI membuktikan bahwa dana nasabah terlindungi dengan baik.

Ossy menyimpulkan, “Kami percaya bahwa stabilitas dan kepercayaan yang terus terjaga akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.”

Pernyataan ini tidak hanya memberikan jaminan kepada nasabah, tetapi juga menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.

BursaNusantara.com akan terus memantau perkembangan kinerja Bank Mandiri dan menyajikan informasi serta analisis mendalam yang dapat membantu investor dan masyarakat dalam memahami kondisi pasar dan prospek ekonomi nasional.

Dengan kinerja yang kuat dan komitmen terhadap transparansi, Bank Mandiri tetap menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version