Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

HOKI Tetap Bagikan Dividen Meski Rugi Membengkak

60
×

HOKI Tetap Bagikan Dividen Meski Rugi Membengkak

Sebarkan artikel ini
HOKI Tetap Bagikan Dividen Meski Rugi Membengkak
Meski merugi Rp3 miliar pada 2024, HOKI tetap membagikan dividen tunai Rp1 per saham pada 25 Juli 2025. Simak analisis eksklusifnya di sini.

Dividen HOKI Disetujui di Tengah Kerugian Membengkak

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (IDX:HOKI) resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp9,67 miliar atau Rp1 per saham, meski kinerja keuangan perseroan tercatat merugi.

Langkah ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa, 24 Juni 2025.

Sponsor
Iklan

Pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk komitmen terhadap para pemegang saham, meskipun perseroan mengalami tekanan laba bersih.

Corporate Secretary HOKI, Victor R. Lanes, menyatakan bahwa dividen akan dibayarkan pada 25 Juli 2025, dengan tanggal pencatatan atau recording date jatuh pada 7 Juli 2025.

Pembagian dividen HOKI akan mengikuti jadwal pasar yang sudah ditetapkan, dengan cum dan ex date tersebar di awal Juli.

Victor juga merinci jadwal lengkap pembagian dividen dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 25 Juni 2025.

Jadwal Resmi Pembagian Dividen HOKI

Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 3 Juli 2025
Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 4 Juli 2025
Cum Dividen Pasar Tunai: 7 Juli 2025
Ex Dividen Pasar Tunai: 8 Juli 2025
Recording Date: 7 Juli 2025
Tanggal Pembayaran: 25 Juli 2025

Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Laba

Meski mencatat rugi bersih Rp3 miliar sepanjang 2024, HOKI tetap memilih strategi apresiatif kepada investor melalui dividen tunai.

Rugi tahun ini bahkan meningkat signifikan sebesar 104,64% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp1,5 miliar.

Manajemen menyiratkan bahwa pembagian dividen bukan semata soal laba, melainkan sinyal keyakinan terhadap prospek jangka panjang.

Keputusan ini juga bisa dilihat sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham HOKI di pasar setelah tren pelemahan beberapa bulan terakhir.

Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan bagi investor yang mempertimbangkan rasionalitas bisnis di tengah tekanan neraca.

Perspektif Pasar: Apakah Ini Risiko atau Peluang?

Bagi investor jangka pendek, jadwal cum dan ex dividen HOKI bisa menjadi momen spekulatif untuk mengincar dividend play.

Namun bagi investor jangka panjang, dividen yang dibayarkan saat perusahaan merugi dapat menimbulkan dilema mengenai keberlanjutan bisnis.

Apakah keputusan ini mencerminkan kekuatan arus kas, atau justru menunjukkan sinyal tekanan likuiditas dan strategi defensif?

Dari sisi fundamental, kinerja keuangan HOKI memerlukan evaluasi mendalam, terutama terkait efisiensi produksi dan pengendalian biaya bahan baku.

Jika tidak disertai dengan perbaikan struktur biaya dan strategi ekspansi yang terukur, pembagian dividen ini bisa menjadi beban jangka panjang.

Narasi Emiten: Menjaga Kepercayaan Publik

HOKI tampaknya mengambil langkah simbolik untuk mempertahankan kepercayaan publik dan posisi di pasar beras premium nasional.

Melalui merek andalannya, Topi Koki, HOKI masih menjadi salah satu pemain kuat dalam rantai pasok kebutuhan pokok domestik.

Namun dalam kondisi persaingan yang semakin ketat dan fluktuasi harga gabah yang tinggi, perusahaan menghadapi tantangan serius dalam menjaga margin.

Pembagian dividen di tengah kerugian pun berpotensi menjadi pedang bermata dua dalam persepsi pelaku pasar.

Ekspektasi Ke Depan dan Tindakan Investor

Bagi pemegang saham, penting untuk mencermati strategi lanjutan HOKI setelah pembayaran dividen 25 Juli mendatang.

Apakah ini bagian dari roadmap pemulihan atau sekadar strategi jangka pendek menjaga goodwill pasar?

Investor perlu menimbang ulang apakah dividen Rp1 per saham cukup kompensatif terhadap risiko holding pada emiten yang belum kembali ke zona laba.

Sementara itu, sinyal dari manajemen menunjukkan optimisme perbaikan kinerja melalui efisiensi distribusi dan penguatan brand.

Dalam waktu dekat, laporan keuangan interim kuartal II/2025 akan menjadi tolok ukur utama bagi pelaku pasar dalam mengevaluasi kelanjutan kepemilikan saham HOKI.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.