JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), menegaskan komitmennya untuk terus membagikan dividen kepada pemegang saham sebagai bentuk apresiasi terhadap investor. Direktur Investor Relation HRTA, Thendra Crisnanda, menyatakan bahwa perseroan secara konsisten menerapkan kebijakan dividen dengan rasio pembagian sekitar 20-25% setiap tahunnya.
Dividen HRTA Meningkat, Seiring Kinerja Positif
Pada tahun lalu, HRTA membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar Rp 15 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 23% dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp 305,8 miliar. Nilai ini menunjukkan peningkatan 25% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 12 per saham.
Keberlanjutan pembagian dividen ini sejalan dengan kinerja perusahaan yang terus tumbuh. Selama sembilan bulan pertama 2024, HRTA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 301,92 miliar, naik 15,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 259,78 miliar.
Faktor Pendorong Kinerja HRTA di 2024
Thendra menyebut ada dua faktor utama yang menopang pertumbuhan kinerja HRTA sepanjang 2024:
- Peningkatan Volume Penjualan Emas
Sepanjang 2024, volume penjualan emas HRTA mengalami kenaikan sebesar 21,08%, mencerminkan permintaan yang terus meningkat dari pasar domestik. - Kenaikan Harga Emas Global
Ketidakpastian geopolitik telah mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi. Harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) emas HRTA meningkat 17% menjadi Rp 1,51 juta per gram pada 2024, memberikan dampak positif terhadap margin keuntungan perseroan.
Target Ambisius HRTA di 2025
Menghadapi 2025, HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 50-60%, dengan laba bersih diproyeksikan naik 40-50%. Volume penjualan emas juga ditargetkan mencapai 20-21 ton, meningkat sekitar 40% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar 15 ton.
Untuk mendukung target tersebut, HRTA mengandalkan kapasitas produksi dari lima pabriknya yang memiliki total kapasitas hingga 48 ton per tahun. Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan jaringan penjualannya yang mencakup:
- 105 toko emas milik sendiri
- Lebih dari 80 grosir (wholesalers)
- 900+ mitra toko ritel
- 85 toko Hartadinata yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Batam, Sulawesi Selatan, dan Sumatra.
Selain distribusi offline, HRTA juga memperluas jaringan penjualan digital melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dan TikTok Shop, guna menjangkau lebih banyak pelanggan secara online.
Dengan strategi ekspansi dan optimalisasi operasional, HRTA optimistis dapat terus mempertahankan kinerja positif dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









