Geser Kebawah
Internasional

Hubungan Indonesia Australia: Kerja Sama IA-CEPA Makin Erat

44
×

Hubungan Indonesia Australia: Kerja Sama IA-CEPA Makin Erat

Sebarkan artikel ini
Hubungan Indonesia Australia Kerja Sama IA-CEPA Makin Erat
Kerja sama Indonesia Australia melalui IA-CEPA mencatat lonjakan perdagangan 3 kali lipat. Oleh karena itu, simak prospek ekonomi hijau dan pendidikan di sini!

Sinergi Baru: IA-CEPA Dorong Lonjakan Perdagangan Indonesia Australia

JAKARTA – Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia mencatatkan sejarah baru dalam lima tahun terakhir. Sejak pemberlakuan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), nilai perdagangan kedua negara melonjak drastis hingga tiga kali lipat.

Chief Executive Officer Austrade, Paul Bimes, menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi fokus utama investasi jangka panjang Australia di Asia Tenggara. Oleh karena itu, kedua negara tengah melakukan peninjauan (review) IA-CEPA guna memperkuat fondasi perdagangan dan investasi yang lebih dinamis.

Sponsor
Iklan

Pemerintah Australia melihat transformasi ekonomi Indonesia sebagai peluang besar bagi para investor global. Selain itu, kolaborasi ini menyasar sektor-sektor strategis seperti energi hijau (green energy), pengelolaan limbah menjadi energi, serta penguatan ketahanan pangan.

Akibatnya, keterlibatan Australia dalam mendukung program Danantara menunjukkan komitmen mereka terhadap reformasi ekonomi nasional. Jadi, hubungan Indonesia Australia kini tidak lagi sekadar tetangga geografis, melainkan mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi masa depan.

Pilar Utama Kerja Sama Indonesia Australia di Sektor Bisnis

Australia menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi. Berikut adalah beberapa poin krusial dalam perkembangan kerja sama ini:

  • Ekspansi Universitas: Western Sydney University telah membuka kampus di Surabaya. Selanjutnya, Deakin University berkolaborasi dengan Lancaster University resmi hadir di Bandung.
  • Transformasi Energi Hijau: Investor Australia sangat antusias mendukung proyek energi baru terbarukan dan ekonomi sirkular di Indonesia.
  • Mineral Kritis: Austrade baru saja merilis prospektus peluang investasi mineral kritis untuk menarik kolaborasi komersial antar perusahaan.
  • Kapasitas Tenaga Kerja: Pelatihan tenaga kerja menjadi fokus utama guna mendukung swasembada pangan dan produktivitas industri.

Prospek Investasi Jangka Panjang dan Tantangan Pasar

Meskipun mencatat pertumbuhan impresif, kedua negara tetap menghadapi tantangan hambatan perdagangan yang bersifat teknis. Namun, melalui proses tinjauan IA-CEPA yang berakhir pada 31 Maret 2026, pemerintah kedua negara akan merumuskan solusi atas kendala tersebut.

Selain itu, Australia mendukung agenda “Future Made in Australia” yang sejalan dengan semangat hilirisasi industri di Indonesia. Oleh karena itu, sinergi ini akan menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi rantai pasok global.

Keterlibatan aktif Jennifer Westacott sebagai Business Champion Australia untuk Indonesia memastikan keberlanjutan dialog antar pelaku usaha. Selanjutnya, integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem perdagangan akan mempermudah transaksi lintas batas.

Jadi, stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi magnet kuat bagi aliran modal dari negeri kangguru tersebut. Akhirnya, kerja sama Indonesia Australia melalui IA-CEPA membuktikan bahwa kolaborasi kekuatan ekonomi menengah dapat menjadi motor pertumbuhan dunia yang tangguh.

Tinggalkan Balasan