Selain peluncuran Ioniq 5 Limited Edition, Hyundai juga mengonfirmasi bahwa model Ioniq 9 akan segera masuk ke pasar Indonesia. Namun, spesifikasi dan detail lebih lanjut mengenai model ini masih dalam tahap kajian.
“Ioniq 9 sudah dikonfirmasi akan masuk ke Indonesia, tetapi spesifikasinya masih kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal,” ujar Fransciscus.
Tantangan dan Dukungan Pemerintah dalam Industri Otomotif
Meski optimistis dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional, Fransciscus menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah dalam mendorong produksi dan ekspor kendaraan dari Indonesia. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada 2024 mencapai sekitar 860.000 unit, sementara ekspor mencapai 500.000 unit.
“Jika dibandingkan dengan Thailand, mereka memiliki pasar domestik sekitar 500.000 unit, tetapi mampu mengekspor hingga 1 juta unit per tahun. Kami berharap industri otomotif Indonesia bisa mencapai kapasitas produksi lebih dari 2 juta unit,” paparnya.
Hyundai telah berdiskusi dengan Gaikindo untuk mencari cara meningkatkan produksi kendaraan di Indonesia agar dapat bersaing di pasar global. “Kami ingin meningkatkan kapasitas produksi nasional dan mendorong ekspor agar lebih kompetitif di tingkat internasional,” ujarnya.
Masa Depan Hyundai di Indonesia
Dengan target ambisius peluncuran 15 model baru hingga 2028, Hyundai semakin memperkuat posisinya di industri otomotif nasional. Komitmen ini tidak hanya akan memberikan lebih banyak pilihan kendaraan bagi konsumen, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
Hyundai terus berupaya menghadirkan inovasi dalam produk-produknya, baik dalam bentuk desain, teknologi, maupun performa kendaraan. Dengan semakin berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik dan dukungan dari berbagai pihak, Hyundai optimistis dapat memainkan peran penting dalam masa depan industri otomotif Indonesia.
“Kami akan terus menghadirkan kendaraan-kendaraan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, dengan fokus pada keberlanjutan dan teknologi modern,” pungkas Fransciscus.











