Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

IATA Siapkan Private Placement 3,12 Miliar Saham Seri B

69
×

IATA Siapkan Private Placement 3,12 Miliar Saham Seri B

Sebarkan artikel ini
IATA Siapkan Private Placement 3,12 Miliar Saham Seri B
IATA mengantongi restu pemegang saham untuk private placement maksimal 10% saham guna memperkuat modal kerja sektor tambang batubara.

Aksi Modal IATA: Strategi Tambang Batubara Lewat Private Placement

JAKARTA, BursaNusantara.com – MNC Energy Investments Tbk (IDX: IATA) resmi mengantongi restu pemegang saham untuk menerbitkan saham baru lewat skema private placement sebanyak-banyaknya 3,12 miliar lembar.

Langkah ini disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 24 Juni 2025.

Sponsor
Iklan

Private placement akan melibatkan saham seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Jumlah tersebut setara dengan maksimal 10 persen dari seluruh modal disetor penuh perseroan.

Fokus pada saham seri B karena IATA masih menyisakan saham seri B dalam portepel-nya.

Sementara itu, saham seri C dalam portepel hanya tersisa 120 lembar.

Tujuan Korporasi: Dari Modal Kerja Hingga Ekspansi Tambang

Private placement bukan hanya sekadar strategi pendanaan, tetapi juga bagian dari agenda restrukturisasi jangka panjang IATA.

Emiten milik Hary Tanoesoedibjo ini menargetkan hasil dana bersih dari aksi korporasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan.

Modal kerja menjadi fokus utama penyaluran dana, baik untuk entitas induk maupun anak usaha tambang batubara.

Entitas anak yang disebut antara lain PT Putra Muba Coal, PT Indonesia Batu Prima Energi, dan PT Arthaco Prima Energy.

Alokasi dana mencakup pengembangan izin usaha pertambangan (IUP) dan kegiatan operasional lainnya.

IATA juga membuka opsi untuk menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman antarpihak atau penambahan modal dengan prinsip kewajaran (arm’s length).

Catatan akuntansi dilakukan sebagai bentuk penyertaan modal kepada entitas terkait.

Dilusi Saham Tak Terelakkan, Tapi Terukur

Penerbitan saham baru dalam jumlah signifikan akan berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham perseroan.

IATA menyampaikan bahwa akan terjadi dilusi kepemilikan maksimal 10 persen bagi para pemegang saham lama.

Namun, dilusi ini dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Periode pelaksanaan private placement akan berlangsung dalam dua tahun sejak tanggal RUPSLB.

Artinya, perseroan memiliki kelonggaran waktu untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kesiapan internal.

Strategi Pendanaan: Langkah Antisipatif Saat Siklus Tambang Bergeser

Dari sudut pandang analis pasar, langkah ini menunjukkan bahwa IATA tengah bersiap menghadapi perubahan dinamika pasar batubara global.

Saat harga batu bara mulai stagnan, efisiensi dan likuiditas menjadi fokus utama perusahaan tambang.

Private placement dinilai sebagai manuver tepat untuk memperkuat daya tahan keuangan perseroan.

Apalagi, aksi ini dilakukan tanpa merambah ke skema right issue yang lebih kompleks dan berisiko tinggi terhadap sentimen investor ritel.

Model pendanaan terbatas ini memungkinkan IATA menjaga fleksibilitas keuangan tanpa membebani arus kas secara drastis.

Prospek Tambang: Izin, Ekspansi, dan Ketahanan Operasional

IATA menegaskan bahwa dana akan digunakan untuk mendukung proses perizinan dan pengembangan wilayah tambang.

Artinya, alokasi dana bukan hanya untuk operasional harian, tapi juga menyasar perluasan dan penguatan cadangan batubara.

Pola ini mencerminkan perencanaan jangka menengah yang matang, sekaligus menandai komitmen IATA untuk tetap agresif di sektor pertambangan.

Dengan dukungan dana dari investor strategis lewat skema private placement, IATA membuka jalur efisiensi sekaligus memperluas kapasitas produksi.

Langkah ini juga menunjukkan kepercayaan internal terhadap prospek sektor energi berbasis batubara, meski dunia tengah menuju transisi energi.

Penilaian Investor: Risiko Dilusi vs Potensi Nilai Tambah

Bagi investor ritel, potensi dilusi kepemilikan tentu menjadi catatan penting.

Namun dari sisi fundamental, injeksi dana ke sektor produktif seperti tambang batubara berpotensi menghasilkan return jangka panjang.

Risiko jangka pendek berupa penurunan porsi saham bisa tertutupi jika hasil private placement benar-benar meningkatkan kapasitas dan efisiensi entitas anak.

Pasar akan mencermati pelaksanaan private placement ini dari dua sisi: efektivitas eksekusi dan realisasi tujuan modal kerja.

Kedua hal ini akan menentukan apakah aksi ini akan berdampak positif terhadap valuasi IATA ke depan.

Langkah HT melalui IATA membuka babak baru dalam pengelolaan emiten energi yang lebih modern dan terfokus.

Langkah ini bukan sekadar strategi finansial, tapi cerminan konsolidasi kekuatan dalam jantung industri tambang batubara nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan