JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), produsen makanan olahan yang dikenal lewat merek Indomie, mengawali 2025 dengan pertumbuhan kinerja yang solid.
Di kuartal I-2025, perusahaan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp2,65 triliun, meningkat 12,95% secara tahunan dari Rp2,35 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut turut ditopang oleh kenaikan penjualan neto yang tumbuh 1,32% menjadi Rp20,18 triliun dibanding Rp19,92 triliun pada kuartal I-2024.
Mi Instan Jadi Pilar Utama Pendapatan
Berdasarkan kontribusi segmen, lini produk mi instan menjadi motor utama penjualan dengan nilai Rp14,90 triliun. Sektor dairy dan makanan ringan menyumbang masing-masing Rp2,71 triliun dan Rp1,20 triliun.
Segmen makanan penyebab makan menambah kontribusi Rp1,37 triliun, sementara divisi nutrisi dan makanan khusus mencatat Rp360,87 miliar. Adapun minuman berkontribusi sebesar Rp372,07 miliar.
ICBP juga mencatatkan eliminasi antar segmen sebesar Rp756,79 miliar dalam laporan keuangan kuartal ini.
Lonjakan Tajam Pendapatan Non-Operasional
Kinerja keuangan ICBP turut diperkuat dari sisi pendapatan operasi lain yang melonjak 233,58% menjadi Rp749,46 miliar. Perusahaan juga memperoleh bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp75,75 miliar, melonjak signifikan hingga 831,89% dibanding tahun lalu.
Di sisi neraca, total aset ICBP per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp130,73 triliun. Total liabilitas mencapai Rp60,89 triliun dan ekuitas perusahaan berada di angka Rp69,83 triliun.
Dengan komposisi neraca yang kuat dan kontribusi produk unggulan yang stabil, ICBP menunjukkan daya tahan bisnis yang kokoh di tengah tantangan industri makanan dan minuman.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







