PasarSaham

IHSG 6.500: 3 Saham Unggul di Tengah Tekanan Ekonomi

141
ihsg 6.500 3 saham unggul di tengah tekanan ekonomi
IPOT sarankan pantau IHSG di 6.500 dan tiga saham unggulan PSAB, INDY, TINS sebagai peluang cuan di tengah tekanan tarif dan penguatan rupiah.

Sentimen Pasar dan Level IHSG Krusial

JAKARTA, BursaNusantara.com – Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus, menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati level support IHSG di angka 6.500.

Menurut riset yang dipublikasikan pada Minggu (16/2/2025), level ini sangat krusial dalam menjaga pergerakan IHSG selama tiga tahun terakhir. Angga menegaskan bahwa jika level ini gagal bertahan, IHSG berpotensi terkoreksi lebih lanjut ke angka 6.300.

Hal ini terjadi di tengah sentimen negatif yang terus menghantui pasar akibat potensi penerapan tarif timbal balik oleh Presiden AS, Donald Trump, serta penguatan nilai tukar rupiah yang didorong oleh koreksi Indeks Dolar AS (DXY).


Faktor Negatif yang Mengancam IHSG

Potensi Tarif Timbal Balik

Menurut Angga, salah satu faktor utama yang harus diwaspadai adalah sentimen terkait perkembangan tarif timbal balik.

Meskipun Trump mengklaim kebijakan ini “adil untuk semua pihak,” beberapa negara telah memberikan sinyal bahwa mereka akan mengambil langkah balasan jika tarif tersebut diterapkan.

Ketidakpastian ini menimbulkan potensi konflik dagang dan geopolitik yang dapat menekan pasar saham.

Penguatan Rupiah dan Dampaknya

Faktor kedua adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang diharapkan menguat seiring dengan koreksi Indeks Dolar AS (DXY).

Angga menekankan bahwa korelasi antara rupiah dan IHSG sangat erat; jika rupiah menguat, IHSG juga berpotensi menguat.

Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa penguatan rupiah dapat menekan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk saham-saham unggulan, yang mengakibatkan tekanan pada pasar.


Rekomendasi Saham Unggulan dari IPOT

Berkaca pada dua sentimen negatif tersebut, Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan tiga saham yang berpotensi memberikan keuntungan, atau “saham cuan,” pada periode mendatang.

Berikut adalah rekomendasi dari analis pasar:

3. TINS

  • Current Price: 1.015
  • Entry: 1.045
  • Target Price: 1.100 (+5,3%)
  • Stop Loss: < 1.015 (-2,9%)
  • Risk to Reward Ratio: 1:1,8
  • Rekomendasi: Buy

TINS berada pada resistance trendline dan menunjukkan potensi untuk breakout. Jika harga berhasil menembus level 1.045, proyeksi target mencapai 1.100 cukup realistis.

Kenaikan harga timah dalam seminggu terakhir juga menambah kekuatan sentimen untuk saham ini.

1. PSAB

  • Current Price: 274
  • Entry: 284
  • Target Price: 302 (+6,3%)
  • Stop Loss: < 274 (-3,5%)
  • Rekomendasi: Buy

PSAB menjadi pilihan menarik karena berkorelasi dengan kenaikan harga emas dunia yang mencapai level tertinggi minggu lalu.

Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menguat di tengah ketegangan ekonomi global yang dipicu oleh perang dagang dan isu geopolitik. Hal ini menjadi katalis bagi pergerakan harga saham PSAB.

2. INDY

  • Current Price: 1.510
  • Entry: 1.510
  • Target Price: 1.600 (+6,0%)
  • Stop Loss: < 1.465 (-3,0%)
  • Risk to Reward Ratio: 1:2
  • Rekomendasi: Buy

Emiten INDY berpotensi menguat karena didukung oleh sentimen positif dari PT Indika Energy Tbk (INDY).

Perusahaan ini siap memacu proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan, meskipun produksi baru akan dimulai pada 2026.

Faktor ini memberikan prospek pertumbuhan yang menarik, terutama dalam konteks industri pertambangan emas yang sedang mengalami revitalisasi.


Prospek dan Strategi Investasi

Evaluasi Kondisi Pasar

Menurut Angga Septianus, momentum negatif seperti potensi tarif timbal balik dan penguatan rupiah menjadi faktor utama yang dapat menekan IHSG.

Namun, jika kondisi tersebut dapat diatasi, pasar akan menunjukkan pemulihan yang signifikan. Para investor disarankan untuk mengambil peluang dari fluktuasi harga saham dan menilai potensi jangka panjang berdasarkan fundamental yang kuat.

Strategi “Buy the Dip”

Rekomendasi buy dari IPOT mengindikasikan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat untuk mengakumulasi saham unggulan. Strategi “buy the dip” dianggap tepat, terutama jika IHSG berhasil bertahan di level 6.500.

Dengan mengambil posisi pada level harga yang lebih rendah, investor memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan saat pasar pulih.

Harapan Investasi Jangka Panjang

Para analis optimis bahwa meskipun terdapat tekanan jangka pendek, fundamental perusahaan seperti PSAB, INDY, dan TINS tetap solid.

Jika terdapat peningkatan pada kebijakan perdagangan dan stabilisasi nilai tukar, maka prospek pertumbuhan pasar saham akan membaik.

Oleh karena itu, para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan IHSG dan menyesuaikan strategi investasi mereka berdasarkan data dan analisis pasar terkini.


Dalam situasi pasar yang penuh tantangan, Level IHSG di 6.500 menjadi indikator penting bagi pergerakan pasar. Indo Premier Sekuritas melalui analis Angga Septianus mengidentifikasi dua sentimen negatif utama, yaitu potensi tarif timbal balik dan penguatan rupiah, yang dapat menekan pasar saham.

Namun, rekomendasi tiga saham unggulan PSAB, INDY, dan TINS memberikan sinyal positif bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan di tengah fluktuasi harga.

Strategi “buy the dip” yang disarankan oleh IPOT menunjukkan bahwa momen ini merupakan peluang untuk mengakumulasi saham dengan fundamental yang kuat.

Dengan pemantauan yang cermat terhadap level support IHSG dan dinamika pasar global, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk meraih potensi keuntungan jangka panjang dalam pasar modal Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version