HeadlinePasarSaham

IHSG Anjlok 3,84%, Lima Saham Ini Justru Melejit

121
IHSG Anjlok 384 Lima Saham Ini Justru Melejit
IHSG jatuh 3,84% ke 6.223,3 pada 18 Maret 2025. Namun, lima saham justru naik signifikan, salah satunya mencapai batas auto rejection atas (ARA).

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Selasa (18/3/2025), ditutup turun 249,55 poin atau 3,84% ke level 6.223,3. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif selama empat hari berturut-turut, seiring sentimen global dan domestik yang kurang kondusif.

IHSG Jatuh, Pasar Saham Merah

Berdasarkan data RTI, sebanyak 118 saham menguat, 554 saham terkoreksi, dan 139 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 19,21 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,28 miliar saham dalam 1.547.853 kali transaksi.

Seluruh sektor saham mengalami koreksi, dengan sektor teknologi mencatat pelemahan terdalam hingga 10,1%. Disusul sektor barang baku (-6,2%), energi (-3,4%), barang konsumsi non-primer (-3,3%), dan infrastruktur (-3,1%).

Sementara itu, bursa saham Asia justru bergerak positif. Nikkei (Jepang) naik 1,2%, Shanghai Composite (China) menguat 0,1%, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 2,4%, dan Straits Times (Singapura) bertambah 0,8%.

Saham ARA: Lima Saham Tahan Gempuran IHSG

Di tengah kejatuhan IHSG, lima saham justru mencatat kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Bahkan, satu saham mencapai batas auto rejection atas (ARA), melonjak hingga 24% dalam sehari.

IHSG Anjlok 3,84%, Lima Saham Ini Justru Melejit

Saham-Saham Top Gainers:

  1. PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,7% ke Rp 464 (ARA).
  2. PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) melonjak 23,2% ke Rp 228.
  3. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melesat 19,6% ke Rp 1.615.
  4. PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) meningkat 15,3% ke Rp 510.
  5. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 14% ke Rp 81.

Faktor Penyebab Koreksi IHSG

Menurut Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, tekanan jual besar-besaran ini sesuai dengan proyeksi sebelumnya. Penurunan IHSG dipicu oleh beberapa faktor utama:

1. Koreksi Saham Big Caps

IHSG terbebani oleh aksi jual besar pada saham-saham perbankan kapitalisasi besar dan konglomerasi yang mengalami tekanan signifikan.

2. Kebijakan Suku Bunga

Investor masih menunggu keputusan suku bunga dari Bank Indonesia (BI) dan The Fed, yang menjadi faktor penting dalam pergerakan pasar ke depan.

3. Isu Geopolitik & Reshuffle Kabinet

Ketegangan di Timur Tengah serta spekulasi reshuffle kabinet di Indonesia turut memicu aksi jual, karena meningkatkan ketidakpastian di pasar.

Prospek Pasar Ke Depan

Di tengah kondisi pasar yang volatil, para investor disarankan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Dengan adanya faktor eksternal seperti kebijakan The Fed dan kondisi geopolitik global, pasar saham diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.

Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan makroekonomi serta strategi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar. Meskipun IHSG tengah tertekan, saham-saham tertentu masih menunjukkan ketahanan yang kuat dan berpotensi memberikan peluang bagi investor.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version