Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Cetak Rekor 8.017, Pasar Bersiap Koreksi Sehat

188
×

IHSG Cetak Rekor 8.017, Pasar Bersiap Koreksi Sehat

Sebarkan artikel ini
IHSG Cetak Rekor 8.017, Pasar Bersiap Koreksi Sehat
IHSG tembus rekor 8.017 didorong capital inflow asing dan sentimen global, namun analis peringatkan risiko koreksi pekan depan.

Rekor IHSG Disambut Euforia, Tapi Rawan Koreksi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (15/8/2025) di zona merah, melemah 0,41% atau 32,87 poin ke 7.898,37.

Meski turun di akhir pekan, kinerja sepekan IHSG justru mengesankan dengan lonjakan 4,84% dan mencatat rekor intraday tertinggi di 8.017,07.

Sponsor
Iklan

Dana Asing Jadi Motor Utama

Arus modal asing menjadi bahan bakar utama penguatan IHSG. Jumat lalu, investor asing membukukan net buy Rp 1,31 triliun, sementara sepanjang pekan 11–15 Agustus 2025 mencapai Rp 4,86 triliun.

Kombinasi minat investor global dan sentimen positif dari pasar domestik membuat kapitalisasi pasar saham Indonesia kian perkasa.

Sentimen Global dan Domestik Saling Menguatkan

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai lonjakan indeks tidak lepas dari ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed pada September 2025, yang memicu optimisme pelaku pasar global.

Dari sisi domestik, ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia ikut memperkuat sentimen beli.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa meredanya tensi dagang AS–China setelah kesepakatan gencatan 90 hari hingga November 2025 turut menambah dorongan positif.

Rebalancing MSCI dan Rupiah Perkasa

Momentum pengumuman rebalancing MSCI, yang memasukkan saham DSSA dan CUAN ke MSCI Global Standard Index, mendorong capital inflow signifikan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5,12% dan penguatan rupiah terhadap dolar AS menjadi katalis tambahan yang memperkuat keyakinan investor terhadap prospek pasar saham.

Area Psikologis 8.000, Titik Rawan Profit Taking

Meski euforia pasar terlihat kuat, analis menilai posisi IHSG saat ini rawan koreksi sehat. Herditya memproyeksikan IHSG pekan depan bergerak di support 7.630 dan resistance 8.010.

Ia mengingatkan bahwa level 8.000 adalah area psikologis yang kerap menjadi pemicu aksi ambil untung. “Setelah penguatan signifikan, potensi profit taking cukup besar,” ujarnya.

Senada, Indy Naila juga mengimbau investor berhati-hati. Ia memperkirakan IHSG pekan depan akan bergerak di sekitar 7.800, menandakan adanya potensi konsolidasi sebelum melanjutkan tren.

Strategi Investor: Nikmati Euforia, Tetap Siaga

Kondisi pasar saat ini menawarkan peluang bagi investor jangka pendek untuk memanfaatkan volatilitas, namun disiplin trailing stop menjadi kunci. Sementara investor jangka menengah dan panjang perlu memantau perkembangan sentimen global, termasuk keputusan suku bunga The Fed dan BI.

Dengan kapital asing yang masih deras, pasar saham Indonesia tetap menarik, tetapi euforia tanpa manajemen risiko berisiko berbalik menjadi tekanan tajam jika arus dana mendadak keluar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.