Sejarah Baru! IHSG Tembus Rekor ATH 8.859 di Tengah Banjir Transaksi Rp 30 Triliun
JAKARTA – Pasar modal Indonesia mengawali pekan pertama 2026 dengan torehan tinta emas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (5/1/2026) resmi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) setelah melonjak tajam 111,06 poin (1,27%) ke level 8.859,1.
Antusiasme pasar terlihat dari nilai transaksi yang meledak hingga Rp 30,12 triliun, mencerminkan kepercayaan diri investor yang sangat tinggi terhadap fundamental ekonomi domestik.
Sektor Barang Baku dan Energi Jadi Motor Utama
Dominasi hijau menyapu hampir seluruh sektor di bursa. Sektor barang baku memimpin reli dengan kenaikan 2,62%, disusul oleh sektor energi (2,31%) dan transportasi (2,02%). Sebanyak 470 saham tercatat menguat, menandakan apresiasi harga yang merata (broad-based rally).
Beberapa saham bahkan mencatatkan kenaikan fantastis (Laba/Cuan) hingga 34%, seperti yang dialami oleh saham AHAP dan VINS, yang menjadi primadona para trader hari ini.
Fundamental Solid: Surplus Dagang & Inflasi Terkendali
Pilarmas Investindo Sekuritas menganalisis bahwa penguatan ini bukanlah spekulasi semata, melainkan didorong data makro yang konstruktif:
- Surplus Neraca Dagang: Indonesia mencatatkan surplus US$ 2,66 miliar per November 2025, menandai surplus 67 bulan berturut-turut.
- Inflasi Terjaga: Realisasi inflasi Desember 2025 yang berada di level 2,92% (yoy) memberikan ruang bagi daya beli masyarakat untuk tetap stabil.
Sentimen Global: Pasar Abaikan Isu Venezuela
Di kancah regional, bursa Asia bergerak positif didorong oleh ekspansi aktivitas bisnis di China (PMI 52) dan perbaikan manufaktur Jepang. Menariknya, pasar cenderung mengabaikan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Investor lebih memilih fokus pada potensi stimulus fiskal Jepang dan ketahanan ekonomi Asia Tenggara.
Melihat momentum ini, para analis memprediksi IHSG akan segera menguji level psikologis 8.900-9.000 dalam waktu dekat, selama stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







