JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berbalik melemah di awal pekan ini meskipun pada akhir pekan lalu mampu bertahan di zona hijau dengan penutupan naik 0,22% ke level 6.803,00.
Namun, tekanan jual yang berkelanjutan, terutama dari saham perbankan berkapitalisasi besar, membuat para analis meragukan kemampuan IHSG untuk kembali menguat hingga level 6.830.
Prediksi teknikal menunjukkan bahwa pergerakan IHSG hari ini kemungkinan berada di kisaran 6.758-6.830.
Ringkasan Pergerakan Pasar
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada perdagangan hari Jumat, 231 saham menguat, 312 saham turun, dan 252 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,05 triliun, menurun dibandingkan dengan Rp12,32 triliun pada hari sebelumnya. Tekanan pasar terutama datang dari aksi jual di sektor perbankan.
Saham-saham besar seperti PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) telah menunjukkan koreksi signifikan, yang menurunkan ekspektasi rebound IHSG.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi Trading
Saham Laggards dan Leaders
Menurut analisis WH Project yang dilakukan oleh William Hartanto, saham laggards IHSG pada perdagangan sebelumnya termasuk BMRI, BBNI, BBRI, PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Barito Mineral (BRMS).
Di sisi lain, saham yang tampil sebagai pemimpin (leaders) adalah PT DCII, PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Astra International Tbk (TPIA), DSSA, dan BNLI. Penguatan pada 17 Februari 2025 yang sempat mengisi gap di level 6.830 hanya bersifat sementara dan belum menunjukkan pola reversal yang signifikan.
Strategi Trading Awal Pekan
William Hartanto menyarankan agar para trader fokus mengakumulasi pembelian pada saham-saham seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan DOID karena kedua saham ini menunjukkan potensi rebound dalam kondisi pasar yang tengah melemah.
Sebaliknya, saham-saham seperti ERAL dan RATU direkomendasikan dengan rating “Sell on Strength” karena cenderung melemah saat tekanan pasar meningkat. Strategi ini diharapkan dapat membantu para trader memanfaatkan koreksi pasar dengan lebih optimal.
Implikasi dan Prospek Pasar Modal
Tekanan dari Aksi Jual dan Volatilitas
Meskipun pada akhir pekan IHSG ditutup di zona hijau, akumulasi tekanan jual terutama dari investor asing telah memberikan tekanan signifikan terhadap indeks.
Total akumulasi net sell asing mencapai Rp1,04 triliun dalam sepekan terakhir, menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung negatif. Kondisi ini berdampak pada volatilitas pasar, yang membuat pergerakan indeks di awal pekan menjadi sulit untuk menguat secara signifikan.
Harapan untuk Rebound Pasar
Di tengah tekanan tersebut, potensi pembelian kembali oleh fund besar dapat menciptakan peluang untuk rebound harga emas dan saham unggulan.
Meskipun IHSG diprediksi bergerak melemah pada perdagangan hari ini, pemulihan fundamental sektor-sektor strategis tetap diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor dalam jangka menengah.
Para analis memperkirakan bahwa jika aksi jual sudah mencapai titik jenuh, pasar dapat menunjukkan tren rebound di level mendekati 6.830 atau lebih.
Secara keseluruhan, strategi trading pada awal pekan ini disarankan untuk fokus pada pengumpulan saham-saham yang memiliki potensi rebound seperti PANI dan DOID, serta menghindari saham yang menunjukkan tren penurunan tajam seperti ERAL dan RATU.
Sementara itu, perkembangan fundamental di sektor perbankan dan faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi global akan terus mempengaruhi dinamika IHSG ke depan.
Dengan pergerakan IHSG yang diperkirakan melemah di awal pekan ini, strategi yang tepat dalam memilih saham menjadi kunci. Meskipun tekanan pasar dan aksi jual dari investor asing masih tinggi, peluang untuk rebound tetap terbuka jika faktor fundamental membaik.
Para investor dan trader disarankan untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil keputusan, serta mengikuti perkembangan kebijakan dan dinamika pasar modal yang terus berubah.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







