Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Hari Ini: Menguat 2,48% Didukung Sentimen Positif Pasar

89
×

IHSG Hari Ini: Menguat 2,48% Didukung Sentimen Positif Pasar

Sebarkan artikel ini
IHSG Hari Ini Menguat 2,48% Didukung Sentimen Positif Pasar
IHSG Hari Ini menguat 2,48% dalam sepekan, didukung surplus neraca dagang dan BI tahan suku bunga, meski tertekan oleh outflow investor asing.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang mengesankan dalam pekan ini. Pada perdagangan Jumat (21/2), IHSG menutup sesi dengan menguat 0,22% ke level 6.803.

Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, indeks ini telah mencatat kenaikan sebesar 2,48%, suatu pencapaian yang mengindikasikan sentimen positif dari para pelaku pasar.

Sponsor
Iklan

Kinerja Pekan Ini dan Statistik IHSG Hari Ini

Pencapaian dan Data Perdagangan

Selama pekan ini, IHSG telah menunjukkan tren kenaikan yang stabil meskipun terdapat beberapa tekanan eksternal.

Statistik perdagangan menyebutkan bahwa kenaikan 0,22% pada hari Jumat merupakan puncak dari pergerakan yang lebih besar selama seminggu penuh, yang mencapai 2,48%. Data ini menunjukkan bahwa meski ada fluktuasi nilai tukar dan tekanan global, pasar domestik tetap menunjukkan respons positif.

Detail Data Perdagangan

  • Level Penutupan IHSG: 6.803 pada Jumat (21/2)
  • Kenaikan Mingguan: 2,48%
  • Kenaikan Hari Ini: 0,22%

Angka-angka tersebut menjadi indikator bahwa pasar saham Indonesia masih mampu menyerap tekanan global dan menjaga momentum pertumbuhan meskipun terdapat tantangan dari luar negeri.

Faktor Sentimen dan Kebijakan Moneter

Pengaruh Neraca Dagang dan Kebijakan BI

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa pergerakan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental.

Pertama, data neraca dagang Indonesia yang masih menunjukkan surplus menjadi salah satu pendorong utama. Surplus neraca dagang ini mencerminkan kesehatan ekonomi nasional yang solid, sehingga menambah kepercayaan investor.

Selanjutnya, keputusan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Februari 2025 untuk menahan suku bunga acuan tetap di level 5,75% juga turut memberikan dampak positif.

Kebijakan BI ini diharapkan mampu menstabilkan pergerakan rupiah, meskipun nilai tukar rupiah masih menunjukkan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Dampak Kebijakan BI:

  • Suku Bunga Tetap: 5,75%
  • Stabilisasi Rupiah: Meski tertekan, tetap dalam kondisi terkendali

Pertemuan Bank Sentral AS

Perkembangan terbaru dari pertemuan bank sentral Amerika Serikat turut memberikan pengaruh. Para analis memperkirakan bahwa The Fed akan cenderung mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu mendatang, sehingga menciptakan kondisi moneter global yang lebih stabil.

Hal ini berpotensi memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia karena stabilitas global dapat meningkatkan kepercayaan investor.

Tantangan Global dan Tekanan Investor Asing

Outflow Investor Asing dan Tekanan Nilai Tukar

Walaupun terdapat sentimen positif, pergerakan IHSG tidak lepas dari tekanan eksternal. Herditya Wicaksana menyebutkan bahwa salah satu faktor penekan pasar adalah aksi outflow investor asing.

Aksi jual bersih dari investor asing di pagi perdagangan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi oleh pasar modal Indonesia.

Selain itu, nilai tukar rupiah yang cenderung tertekan terhadap dolar AS turut memberikan tekanan pada IHSG. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan dari data domestik, pasar tetap rentan terhadap dinamika global.

Potensi Dampak Perang Tarif

Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa secara global sentimen pekan ini tergolong kondusif.

Namun, kebijakan tarif yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Jika perang tarif kembali memanas, potensi perdagangan global bisa terganggu, yang nantinya berdampak negatif pada pasar saham di Indonesia.

Risiko Global:

  • Outflow Investor Asing: Menekan pasar di pagi hari
  • Perang Tarif AS: Potensi dampak negatif terhadap perdagangan global

Optimisme Pasar Domestik

Meskipun terdapat beberapa tantangan eksternal, pelaku pasar dalam negeri masih optimistis. Mereka yakin bahwa Bank Indonesia akan terus menjalankan peran pentingnya dalam menstabilkan pergerakan rupiah serta mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sentimen positif yang tercermin dari kenaikan IHSG sebesar 2,48% dalam pekan ini memberikan bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Secara keseluruhan, meskipun dihadapkan pada berbagai tekanan dari nilai tukar dan aksi jual asing, IHSG Hari Ini berhasil menunjukkan kekuatan pasar melalui sentimen positif dari data ekonomi domestik seperti surplus neraca dagang dan kebijakan BI yang kondusif.

BursaNusantara.com akan terus mengawasi dan mengulas perkembangan pasar saham Indonesia untuk memberikan informasi terkini yang dapat membantu para investor dalam pengambilan keputusan strategis.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.