HeadlinePasarSaham

IHSG Hari Ini Naik ke 8.146, Saham BRPT dan BMRI Melesat

111

Geliat Pasar Modal: IHSG Menguat di Tengah Aksi Buyback Saham

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan performa memuaskan. Meskipun sempat mengalami volatilitas tinggi, indeks akhirnya mendarat di zona hijau.

IHSG naik 0,30% ke level 8.146 pada penutupan sesi kedua. Kebangkitan saham perbankan raksasa dan sentimen aksi korporasi menjadi pendorong utama penguatan ini.

Analis mencatat bahwa IHSG kini membentuk pola higher high baru. Pola ini menunjukkan potensi penguatan lanjutan menuju level 8.329.

Kehadiran likuiditas baru dari investor institusional besar turut menyuntikkan energi positif bagi pasar modal Indonesia. Sektor keuangan langsung merespons sentimen tersebut sebagai penopang utama indeks.

Dominasi Perbankan: Momentum Rebound BBCA dan BMRI

Sektor keuangan memimpin penguatan hari ini dengan kenaikan 1,16%. Saham perbankan yang sebelumnya tertinggal kini mulai menunjukkan taringnya kembali.

  • BBCA (Bank Central Asia): Harga saham BBCA kembali menembus level Rp7.800. Indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual yang memicu aksi beli investor.
  • BMRI (Bank Mandiri): Saham BMRI melonjak signifikan di atas 4% dan menembus level Rp5.000. Rencana buyback emiten meningkatkan kepercayaan pasar secara drastis.
  • BRIS & BBTN: Saham BRIS membentuk pola rounding bottom yang kuat. Sementara itu, BBTN berhasil menembus area penurunan dengan volume perdagangan yang sangat besar.

Grup Barito Melesat: Efek Positif Buyback BRPT dan CUAN

Saham-saham milik konglomerat Prayogo Pangestu juga menjadi bintang utama. Penguatan tajam BRPT dan CUAN membantu indeks bertahan dari tekanan jual.

Emiten Grup Barito melakukan aksi buyback senilai triliunan Rupiah untuk memperkuat harga saham mereka.

Pasar menerima sinyal positif bahwa fundamental perusahaan tetap kokoh. Saham BRPT melesat lebih dari 7% ke level 2.130 sore ini.

Di sisi lain, saham CUAN memasuki fase akumulasi di area dukungan Rp1.400. Jika mampu bertahan di atas Rp1.780, CUAN berpotensi menembus jalur penurunan jangka pendeknya.

Strategi Investasi dan Proyeksi Pasar Selanjutnya

Investor sebaiknya mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada saham unggulan. Sektor barang baku dan keuangan masih akan menjadi motor penggerak IHSG kedepannya.

Keberhasilan indeks bertahan di atas 8.100 menjadi modal penting untuk menguji rekor tertinggi baru.

Pasar kini menantikan realisasi aliran dana masuk dari investor institusional. Stabilitas likuiditas tetap menjadi kunci utama bagi pergerakan pasar modal Indonesia.

Tetap pantau pergerakan volume perdagangan guna mengonfirmasi kelanjutan tren penguatan indeks.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version