Saham Blue Chip Perbankan Topang Pembalikan Arah Indeks
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan pembalikan arah atau rebound pada penutupan perdagangan Kamis (5/3/2026).
Laju indeks tercatat menguat sebesar 133 poin atau setara dengan 1,76 persen menuju level 7.710.
Pemulihan ini terjadi setelah pasar modal domestik sempat mengalami tekanan hebat akibat eskalasi ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel di Timur Tengah.
Sebelum konflik tersebut pecah, posisi indeks terpantau bergerak stabil di atas level psikologis 8.000 poin.
Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 332 juta lot dengan frekuensi mencapai 2,08 juta kali.
Dominasi Saham Blue Chip dan Performa Indeks Sektoral
Kenaikan yang terjadi pada IHSG hari ini didorong secara signifikan oleh penguatan pada kelompok saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data bursa, indeks LQ45 melesat 1,99 persen sementara indeks IDX30 melonjak lebih tinggi hingga 2,18 persen.
Kinerja positif juga terlihat pada indeks JII yang menguat 1,79 persen serta indeks ISSI yang naik sebesar 1,89 persen.
Sektor perbankan raksasa menjadi penggerak utama setelah sempat mengalami koreksi dalam pada hari-hari sebelumnya.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup menguat 3,3 persen ke level Rp7.100 setelah sebelumnya sempat tergelincir ke bawah level Rp7.000.
Langkah serupa diikuti oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan kenaikan sebesar 2,9 persen menuju posisi Rp5.125.
Hampir seluruh sektor berakhir di zona hijau dengan sektor Cyclical memimpin penguatan sebesar 3,4 persen.
Sektor Industrial dan Basic Industry turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,80 persen dan 2,63 persen.
Hanya sektor Transportation yang tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,13 persen pada penutupan sore ini.
Dinamika Nilai Transaksi dan Deretan Top Gainers
Nilai transaksi perdagangan pada IHSG hari ini tercatat sebesar Rp16,5 triliun.
Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat mendekati angka Rp30 triliun.
Di jajaran saham unggulan, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memimpin top gainers dengan lonjakan 13,2 persen ke level Rp6.225.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mengekor di posisi kedua dengan kenaikan 9,2 persen menjadi Rp535 per lembar saham.
PT Sinar Eksa Selaras Tbk (ERAL) juga membukukan pertumbuhan sebesar 8,2 persen untuk parkir di level Rp368.
Sementara itu, tekanan jual masih melanda beberapa emiten yang masuk dalam kategori top losers.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) anjlok paling dalam sebesar 14,6 persen menuju harga Rp1.170.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) yang terkoreksi 10,6 persen ke level Rp338.
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) turut mencatatkan penurunan performa sebesar 6,6 persen ke posisi Rp1.550.
Kondisi pasar yang mulai stabil ini memberikan ruang bagi investor untuk kembali mencermati fundamental emiten di tengah risiko global yang masih dinamis.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












