Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Hari Ini Terpangkas 3,27 Persen ke Level 7.337

59
×

IHSG Hari Ini Terpangkas 3,27 Persen ke Level 7.337

Sebarkan artikel ini

Koreksi Dalam Melanda Indeks Utama dan Seluruh Sektoral

JAKARTA, BursaNusantara.com – IHSG hari ini ditutup melemah tajam sebesar 3,27 persen hingga menyentuh level 7.337 pada perdagangan Senin (9/3/2026).

Indeks komposit bahkan sempat terperosok hingga menyentuh level terendah harian di posisi 7.156,68 sebelum akhirnya sedikit membaik.

Data bursa menunjukkan dominasi sentimen negatif dengan 744 saham berakhir melemah sementara hanya 73 saham yang berhasil menguat.

Sebanyak 141 saham tercatat berakhir stagnan di tengah tekanan jual yang melanda hampir seluruh papan perdagangan bursa.

Total volume transaksi pada hari ini mencapai 43,15 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp23,82 triliun.

Pelemahan Kompak Indeks Sektoral IHSG Hari Ini

Seluruh indeks sektoral terpantau kompak parkir di zona merah mulai dari sektor energi, keuangan, hingga bahan baku.

Sektor transportasi, industri, serta konsumer non siklikal dan siklikal turut memberikan beban berat pada pergerakan IHSG hari ini.

Tekanan juga merembet ke sektor infrastruktur, properti, teknologi, hingga sektor kesehatan yang tidak mampu bertahan dari koreksi.

Koreksi tajam juga terlihat pada indeks utama lainnya seperti LQ45 yang merosot sebesar 3,28 persen pada penutupan.

Indeks IDX30 menyusul dengan pelemahan 3,11 persen diikuti oleh SRI-KEHATI yang terkoreksi sebesar 3,24 persen secara harian.

Penurunan terdalam dialami oleh Jakarta Islamic Index (JII) yang terjun 4,02 persen serta ISSI yang terkuras 3,65 persen.

Pergerakan Saham Top Gainers dan Top Losers

Di tengah kejatuhan pasar, Indo Premier Investment Management (XISB) memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 34,62 persen.

Laporan bursa mencatat PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) masing-masing turun 24,53 persen dan 24,50 persen.

Jajaran top losers dihuni oleh PT Arracord Nusantara Group Tbk (RONY) yang anjlok maksimal sebesar 15 persen.

PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) turut menempati jajaran terbawah dengan penurunan identik 15 persen.

Kondisi pasar modal yang fluktuatif ini mencerminkan adanya aksi jual masif di hampir seluruh instrumen saham unggulan.

Evaluasi terhadap faktor eksternal dan internal terus dilakukan oleh pelaku pasar guna mengantisipasi arah pergerakan indeks besok.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan