Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Jatuh 8%, Purbaya: Reaksi Berlebihan, Time to Buy!

146
×

IHSG Jatuh 8%, Purbaya: Reaksi Berlebihan, Time to Buy!

Sebarkan artikel ini
IHSG Jatuh 8%, Purbaya Reaksi Berlebihan, Time to Buy!
IHSG koreksi dalam akibat isu MSCI. Menkeu Purbaya justru sebut peluang beli & obrak-abrik DJP/Bea Cukai demi ekonomi 6%. Simak strategi lengkapnya di sini!

IHSG "Kebakaran" 8%, Purbaya Tenangkan Pasar: "Ini Reaksi Berlebihan, Saatnya Beli!"

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan hebat dengan terkoreksi hingga kisaran 7,35% – 8% dalam satu hari perdagangan.

Kejatuhan ini dipicu oleh sentimen negatif dari MSCI yang menyoroti masalah transparansi bursa dan praktik “goreng-gorengan” saham di Indonesia.

Sponsor
Iklan

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi fenomena ini dengan tenang. Ia menegaskan bahwa koreksi tajam tersebut hanyalah reaksi pasar yang berlebihan (overreaction).

MSCI Hanya Sentimen Sesaat

Purbaya menjelaskan bahwa sorotan MSCI terkait transparansi dan porsi saham free float masih dalam tahap laporan awal. Pemerintah memiliki waktu eksekusi hingga Mei 2026 untuk melakukan perbaikan.

“Saya sudah bicara dengan Ketua OJK, semuanya akan dibereskan sebelum Mei. Jadi ini hanya masalah waktu.

Perusahaan-perusahaan kita akan mampu memenuhi kriteria MSCI,” tegas Purbaya dalam pernyataannya kepada media. Ia bahkan memberikan sinyal optimis kepada investor: “Harusnya sekarang time to buy”.

Gebrakan Birokrasi: Rotasi Besar-besaran di Bea Cukai & DJP

Di tengah gejolak pasar modal, Purbaya justru fokus melakukan pembersihan internal untuk memperkuat fundamental ekonomi riil. Ia mengumumkan akan melantik sekitar 334 pejabat baru di Bea Cukai sebagai bagian dari rotasi besar-besaran.

“Yang tidak perform saya geser ke pinggir. Kita ingin semangat baru agar pengumpulan pajak dan cukai lebih optimal tanpa menaikkan tarif,” ujarnya.

Tak hanya Bea Cukai, Purbaya juga berencana “mengobrak-abrik” Direktorat Jenderal Pajak (DJP) minggu depan guna memastikan kinerja yang lebih agresif dalam mengumpulkan pendapatan negara.

Target Ekonomi 6% Tetap Realistis

Menteri Purbaya meyakini bahwa kebijakan moneter dan fiskal kini sudah jauh lebih sinkron. Dengan perbaikan investasi dan belanja kementerian yang tepat sasaran, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh angka 6%.

Bagi para pelaku pasar, sinkronisasi kebijakan ini diharapkan mampu meredam volatilitas dan membawa IHSG kembali ke jalur hijau dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan