Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Lesu, 5 Saham Ini Malah Ngebut: 2 Emiten Ini Paling Banter

77
×

IHSG Lesu, 5 Saham Ini Malah Ngebut: 2 Emiten Ini Paling Banter

Sebarkan artikel ini
IHSG Lesu, 5 Saham Ini Malah Ngebut 2 Emiten Ini Paling Banter
IHSG bergerak lesu di sesi I hari ini, tapi lima saham justru melonjak tajam. SHID memimpin top gainers, diikuti GTBO, FAST, LABA, dan COCO.

IHSG Cenderung Melemah, Saham-Saham Ini Jadi Pengecualian

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,13% ke level 6.874 pada awal sesi I perdagangan Senin (7/7/2025), namun kemudian kehilangan momentum.

Sepanjang pagi, IHSG justru bergerak fluktuatif di kisaran 6.854 hingga 6.879, menunjukkan tekanan jual yang mulai mendominasi.

Sponsor
Iklan

Total transaksi pagi ini mencapai 321,1 juta saham dengan nilai Rp211,3 miliar dari 35.340 kali perdagangan.

Sebanyak 178 saham tercatat menguat, 161 melemah, dan 227 stagnan di awal sesi.

SHID Melonjak Paling Tajam di Tengah Pelemahan IHSG

Di tengah pergerakan sideways indeks, justru muncul lima saham yang bergerak liar di zona hijau dan masuk daftar top gainers.

Paling mencolok, saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melejit 16,2%, memimpin reli harga pagi ini.

Disusul saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang terbang 13,2% dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik 9,8%.

Sementara itu, PT Green Power Group Tbk (LABA) menambah 9,4% dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) ikut terkerek 9,1%.

Lonjakan kelima saham ini terjadi tanpa ada pengumuman aksi korporasi besar, menandakan pergerakan spekulatif berbasis volume.

Reliance Sekuritas: Sinyal Pelemahan Masih Kuat

Menurut analisis teknikal dari Reliance Sekuritas, IHSG hari ini diproyeksikan akan melanjutkan pelemahan karena beberapa indikator negatif mulai muncul.

Candle yang terbentuk adalah pola black spinning top di bawah garis MA5, sementara indikator stochastic telah membentuk sinyal dead cross.

Proyeksi pergerakan IHSG hari ini berada di support 6.818 dan resistance 6.925.

Reliance melihat peluang koreksi lanjutan, mengingat tidak ada katalis positif dari sentimen makro maupun regional yang mendukung rebound kuat.

Saham Pilihan Reliance: Sektor Energi dan Konsumer Defensif

Di tengah ketidakpastian arah IHSG, Reliance merekomendasikan beberapa saham yang dinilai masih memiliki potensi bertahan bahkan rebound.

Empat saham pilihan tersebut yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Saham-saham ini mewakili sektor energi, konsumer defensif, dan ritel, yang dinilai masih resilient terhadap tekanan pasar.

MAPA dan BRPT dinilai menarik secara teknikal, sedangkan UNVR dan TOBA memiliki potensi stabilitas dalam jangka menengah.

BursaNusantara Insight: Ada Aksi Rotasi Modal ke Small Cap?

Fenomena melonjaknya saham seperti SHID, GTBO, dan COCO menimbulkan pertanyaan: apakah ini sinyal awal rotasi modal ke saham-saham lapis ketiga?

Dengan IHSG yang cenderung sideways, investor tampaknya mulai berburu cuan di saham kecil yang masih undervalued atau likuiditas rendah.

Namun, reli seperti ini sangat rentan reversal karena tidak didukung oleh sentimen fundamental yang kuat.

Investor jangka pendek disarankan untuk menerapkan strategi stop loss ketat dan tidak terjebak euforia sementara.


Catatan Redaksi:
Ketika IHSG stagnan, pergerakan ekstrem di saham-saham kecil bisa memberi peluang. Tapi peluang tanpa kontrol risiko hanya akan jadi jebakan pasar. BursaNusantara.com akan terus menyajikan analisis pasar terkini secara tajam dan jernih.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.