JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (13/3/2025), turun 17,62 poin atau 0,26% ke level 6.647,41. Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang dipengaruhi oleh aksi jual investor asing dan pergerakan sektor-sektor utama.
Investor Asing Lepas Saham, Net Sell Hampir Rp 900 Miliar
Dalam perdagangan hari ini, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) besar mencapai Rp 897,09 miliar di seluruh pasar. Aksi jual ini turut memberikan tekanan terhadap indeks, meskipun masih terdapat saham-saham yang mendapat akumulasi beli oleh investor asing.
Performa Sektor: Teknologi Menguat, Keuangan Tertekan
Sebanyak lima sektor mengalami penguatan, sedangkan enam sektor lainnya harus terpuruk di zona merah. Sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terbaik, mencatat kenaikan 5,87%, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang naik 0,42% dan sektor kesehatan yang menguat 0,13%.
Di sisi lain, sektor keuangan mengalami tekanan terbesar dengan pelemahan 1,39%, disusul sektor transportasi yang turun 0,82%, dan sektor perindustrian yang melemah 0,77%.
Volume dan Nilai Transaksi
Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini mencapai 15,22 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,48 triliun. Tekanan jual yang cukup besar membuat IHSG sulit untuk mempertahankan posisi di zona hijau, meskipun beberapa saham unggulan masih menarik minat investor.
Saham yang Banyak Dikoleksi Asing
Di tengah aksi jual besar-besaran, beberapa saham tetap menjadi incaran investor asing dengan nilai beli bersih tertinggi. Berikut adalah daftar 10 saham dengan net buy terbesar oleh asing pada perdagangan hari ini:
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Rp 45,54 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp 29,13 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp 29,03 miliar
- PT MD Entertainment Tbk (FILM) – Rp 26,97 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Rp 14,17 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp 8,27 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp 7,12 miliar
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – Rp 7,01 miliar
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) – Rp 4,98 miliar
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) – Rp 4,81 miliar
Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, para pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan makroekonomi dan faktor eksternal yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





