JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (11/3/2025). Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup turun 0,79% atau melemah 52,362 poin ke level 6.545,850.
Penurunan ini dipicu oleh aksi jual yang meluas di berbagai sektor, dengan 416 saham terkoreksi, sementara hanya 192 saham yang mencatat kenaikan, dan 197 saham lainnya stagnan. Total volume perdagangan mencapai 19,78 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,6 triliun.
Sektor yang Menekan IHSG
Sebanyak 10 indeks sektoral menjadi pemberat IHSG pada hari ini. Tiga sektor dengan koreksi terdalam adalah:
- IDX-Basic: Turun 2,97%
- IDX-Cyclic: Melemah 2,86%
- IDX-: Terkoreksi 2,16%
Aksi jual di sektor-sektor ini menunjukkan kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan ekonomi serta ketidakpastian pasar global.
Investor Asing Catat Net Sell Rp 332,33 Miliar
Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 332,33 miliar di seluruh pasar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing didominasi oleh saham perbankan pelat merah serta saham emiten teknologi.
10 Saham Net Sell Terbesar oleh Investor Asing:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Rp 117,86 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) – Rp 111,58 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp 52,59 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp 37,48 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp 30,35 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Rp 30,09 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – Rp 23,07 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp 22,22 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) – Rp 21,24 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) – Rp 19,53 miliar
Pelemahan saham perbankan dan teknologi mencerminkan ketidakpastian investor dalam menghadapi sentimen global yang cenderung negatif, termasuk spekulasi terkait kebijakan moneter dan kondisi perekonomian domestik.
Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, para investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan pasar serta faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












