HeadlinePasarSaham

IHSG Melemah Tipis, Saham Sektor Konsumer Pimpin Kenaikan

141
IHSG Melemah Tipis, Saham Sektor Konsumer Pimpin Kenaikan
IHSG turun 0,32% ke 6.613,47 di akhir perdagangan Kamis, meski saham sektor konsumen dan kesehatan mencatatkan penguatan signifikan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (24/4) ditutup di zona merah dengan koreksi sebesar 20,89 poin atau setara 0,32% ke level 6.613,47.

Penurunan indeks terjadi di tengah dominasi saham-saham yang justru mencatatkan penguatan, yaitu 327 saham naik, 274 melemah, dan 203 stagnan.

Sektor Konsumen Jadi Penopang Utama

Kinerja sektor barang konsumen primer mencuri perhatian dengan lonjakan 1,22% dan menjadi sektor dengan penguatan tertinggi hari ini.

Kenaikan ini turut ditopang oleh sektor kesehatan yang naik 0,71%, serta sektor perindustrian yang tumbuh 0,65%, menunjukkan adanya rotasi minat investor ke sektor-sektor defensif dan berbasis kebutuhan dasar.

Sektor Properti dan Keuangan Tekan Indeks

Di sisi lain, pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan di sektor properti yang turun 0,36%, sektor barang konsumen non-primer sebesar 0,21%, dan sektor keuangan yang turun tipis 0,16%.

Hal ini mencerminkan adanya kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi dan sentimen makro terkini.

Saham ISAT, PGEO, dan AKRA Pimpin Kenaikan

LQ45 mencatat saham PT Indosat Tbk (ISAT) sebagai top gainer dengan kenaikan 6,92%, diikuti oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar 6,36% dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 5,29%.

Ketiga saham ini menunjukkan performa unggul di tengah tekanan pasar secara umum.

Saham ARTO dan BBCA Masuk Daftar Top Losers

Sementara itu, tekanan koreksi paling dalam dialami oleh saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang turun 4,30%, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 2,87%, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan penurunan 1,83%.

Dengan total volume transaksi mencapai 19,88 miliar saham dan nilai perdagangan Rp 12,80 triliun, pasar hari ini menunjukkan dinamika selektif yang dipengaruhi oleh rotasi sektor dan respons investor terhadap sentimen global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version