JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (12/3/2025), naik 119,19 poin atau 1,82% ke level 6.665,04. Namun, di tengah euforia kenaikan indeks, empat saham mengalami kejatuhan drastis hingga mencapai batas auto rejection bawah (ARB).
IHSG Menguat, Saham ARB Merosot Tajam
Saat IHSG menguat, empat saham justru mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas ARB, yakni:
- PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) anjlok 25% ke Rp 198 per saham.
- PT Remala Abadi Tbk (DATA) turun 24,9% menjadi Rp 1.100 per saham.
- PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) merosot 24,8% menjadi Rp 665 per saham.
- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) jatuh 24,8% ke Rp 191 per saham.
Meskipun pasar secara keseluruhan bergerak positif, tekanan jual yang tinggi pada saham-saham ini menyebabkan harganya terperosok dalam sehari perdagangan.
Performa Bursa Asia Bervariasi
Sementara IHSG mencatat penguatan, indeks saham Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi:
- Straits Times (Singapura): naik 0,2%.
- Nikkei (Jepang): menguat tipis 0,07%.
- Shanghai Composite (China): turun 0,2%.
- Hang Seng (Hong Kong): jatuh 0,7%.
Faktor global dan regional turut memengaruhi pergerakan bursa saham Asia, termasuk IHSG.
Saham Top Gainers Panen Cuan
Selain saham yang masuk daftar ARB, beberapa saham lainnya justru mencatatkan kenaikan signifikan hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA). Berikut daftar lima saham dengan kenaikan tertinggi:
- PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE): naik 25% menjadi Rp 420 per saham.
- PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI): melonjak 24,4% menjadi Rp 550 per saham.
- PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): melesat 24,3% menjadi Rp 740 per saham.
- PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY): meningkat 20,2% menjadi Rp 1.780 per saham.
- PT Green Power Group Tbk (LABA): naik 18,6% menjadi Rp 178 per saham.
Penguatan pada saham-saham ini didorong oleh sentimen positif investor serta meningkatnya minat terhadap emiten tertentu yang memiliki prospek pertumbuhan kuat.
IHSG yang terus menunjukkan penguatan menjadi indikasi optimisme pasar, meskipun beberapa saham masih mengalami tekanan jual yang tinggi. Para investor kini menantikan perkembangan lebih lanjut yang dapat memengaruhi pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










