HeadlinePasarSaham

IHSG Melonjak, Wall Street Tak Lagi Jadi Kompas Tunggal Investor RI?

116
IHSG Melonjak, Wall Street Tak Lagi Jadi Kompas Tunggal Investor RI
IHSG melesat ke 7.530,9 didorong kesepakatan dagang AS-Jepang dan sinyal positif Eropa. Optimisme investor domestik kian percaya diri lepas bayang-bayang Wall Street.

Optimisme Baru di Tengah Dinamika Perdagangan Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memantul kuat ke zona hijau, seolah menepis kekhawatiran yang selama ini menghantui pasar terhadap dinamika perdagangan global yang tak menentu.

Lonjakan IHSG pada Kamis (24/7/2025) menempatkannya di level 7.530,9 atau naik 0,83%, didorong sentimen kuat dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan Jepang, serta sinyal positif dari pembicaraan dagang dengan Uni Eropa.

Investor domestik mulai menunjukkan arah baru dengan tak sepenuhnya menjadikan Wall Street sebagai barometer mutlak arah pasar.

Sebanyak 302 saham tercatat menguat, melawan tekanan dari 308 saham yang melemah, sementara 192 saham stagnan.

Kenaikan indeks LQ45 sebesar 1,18% turut menegaskan bahwa penguatan hari ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan sinyal solid perbaikan sentimen jangka pendek.

Volume transaksi mencapai 26,27 miliar saham dengan total nilai Rp16,41 triliun dalam 1,64 juta kali transaksi.

Level tertinggi IHSG hari ini tercatat di 7.568,22, sedangkan titik terendah di 7.478,36.

Saham Sektor Keuangan dan Industri Jadi Pendorong Utama

Sektor keuangan mencatat kenaikan tertinggi hari ini dengan penguatan mencapai 3,02%, disusul sektor perindustrian yang naik 0,77%, dan sektor barang baku sebesar 0,14%.

Penguatan ini menunjukkan respons langsung terhadap katalis global yang membawa angin segar pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Saham PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) melesat 32,7% dan memimpin deretan top gainers hari ini.

Di belakangnya, saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) naik 25%, dan PT Argo Pantes Tbk (ARGO) mencatat kenaikan 24,8%.

Penguatan tajam saham-saham tersebut memberi gambaran bahwa pasar kini lebih selektif namun agresif dalam menyerap peluang jangka pendek.

Sementara itu, saham-saham seperti PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) turun 15%, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) anjlok 14,8%, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) melemah 14,4% menjadi top losers hari ini.

IHSG Jadi Bintang Asia: Melejit di Tengah Kompetisi Global

IHSG kini tercatat sebagai indeks dengan penguatan tertinggi kelima di Asia.

Topix Jepang (+1,75%), NIKKEI 225 Tokyo (+1,59%), Shenzhen Composite China (+1,19%), dan Straits Times Singapura (+0,99%) menjadi empat indeks yang mencatatkan penguatan lebih besar.

Namun di luar itu, IHSG berhasil unggul dari KOSPI Korea Selatan, KLCI Malaysia, hingga Hang Seng Hong Kong yang hari ini hanya mencetak penguatan moderat di bawah 0,7%.

Lonjakan IHSG menandai bahwa pasar Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti arah eksternal, melainkan punya alasan domestik yang kuat untuk melaju.

Dari sisi global, laporan dari Bloomberg menyebut bahwa AS hampir mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa terkait tarif dagang.

Kesepakatan ini disebut sebagai bentuk kompromi strategis menjelang batas waktu 1 Agustus.

Investor Lokal Makin Percaya Diri, Momentum Tertata Jelas

Sikap Presiden AS Donald Trump yang kembali membanggakan pencapaiannya dalam perdagangan dengan Jepang memberi dorongan psikologis bagi pasar dunia.

“Kesepakatan dagang terbesar sepanjang masa,” ujar Trump dari Gedung Putih, menegaskan pencapaian kesepakatan yang sudah disambut pasar dengan lega.

Mark Hackett dari Nationwide menilai bahwa investor kini mulai menyambut pendekatan pragmatis Washington terhadap tarif global yang berpotensi menekan laba korporasi.

Bagi investor Indonesia, sinyal ini menjadi validasi untuk tetap bertahan dan memanfaatkan peluang jangka pendek sebelum tensi perdagangan benar-benar melunak.

Konsolidasi IHSG di atas 7.500 menjadi tonggak penting untuk menguji kekuatan baru pasar.

Jika momentum tetap terjaga, bukan tidak mungkin IHSG akan menantang kembali level 7.600 dalam waktu dekat.

Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, dominasi sentimen domestik perlahan mulai muncul ke permukaan membangun narasi bahwa investor lokal siap menjadi penggerak utama pasar.

IHSG hari ini tidak hanya sekadar naik, tapi juga bicara banyak soal arah baru kepercayaan diri pasar domestik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version