Geser Kebawah
PasarSaham

IHSG Menguat 0,67%, Asing Net Buy Tapi Jual Besar BBRI

128
×

IHSG Menguat 0,67%, Asing Net Buy Tapi Jual Besar BBRI

Sebarkan artikel ini
IHSG Menguat 0,67%, Asing Net Buy Tapi Jual Besar BBRI
IHSG ditutup naik 0,67% ke level 7.515,18 pada Selasa (5/8/2025) dengan net buy asing Rp 552,25 miliar, meski saham BBRI paling banyak dilepas investor asing.

Asing Borong Saham, Tapi Melepas BBRI Hingga Ratusan Miliar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada Selasa (5/8/2025), menjadi penguatan hari kedua berturut-turut di pekan ini, dengan dukungan signifikan dari aksi beli investor asing.

IHSG naik 0,67% atau 50,54 poin ke posisi 7.515,18 setelah sepanjang hari bergerak stabil di zona hijau dalam rentang 7.463 hingga 7.546.

Sponsor
Iklan

Kenaikan indeks ini mencerminkan sentimen pasar yang cukup kondusif, terutama dari sisi arus dana asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 552,25 miliar di seluruh pasar.

Namun menariknya, di balik angka net buy tersebut, investor asing justru melepas beberapa saham unggulan dalam jumlah besar, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menjadi net sell asing terbesar hari itu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan indeks bukan semata hasil euforia pasar, tetapi juga strategi rotasi dan reposisi investor yang makin dinamis.

Perdagangan Saham Ramai, Tapi Breadth Pasar Masih Negatif

Volume transaksi mencapai 28,34 miliar unit dengan nilai perdagangan sebesar Rp 18,47 triliun, mengindikasikan minat transaksi yang tetap tinggi dari seluruh lapisan pelaku pasar.

Namun dari sisi sebaran saham, hanya 274 emiten yang mencatat kenaikan harga, sementara 330 saham turun dan 200 lainnya stagnan, mencerminkan kondisi market breadth yang masih negatif.

Artinya, meskipun IHSG secara agregat naik, sebagian besar saham justru tidak ikut mengalami penguatan dan hanya beberapa emiten besar yang menopang indeks.

Situasi ini umum terjadi saat terjadi rotasi aset besar-besaran, di mana investor institusi lebih fokus pada saham-saham tertentu yang dinilai memiliki prospek kuat dalam jangka pendek.

Investor ritel pun terlihat masih bersikap hati-hati, terutama dalam merespons dinamika sektor dan emiten yang tengah menjadi target pelepasan asing.

BBRI Paling Banyak Dilepas Asing Meski IHSG Naik

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 236,33 miliar dalam satu hari perdagangan.

Langkah asing melepas BBRI dilakukan di tengah tren net buy secara keseluruhan, menandakan adanya penyesuaian portofolio terhadap sektor perbankan berkapitalisasi besar.

Aksi ini bisa dipicu oleh faktor teknikal, valuasi, atau ekspektasi terhadap perlambatan margin bunga bersih dalam beberapa kuartal mendatang.

Meskipun demikian, BBRI masih menjadi salah satu saham favorit institusi lokal, dan tekanan jual dari asing belum sepenuhnya mengubah arah jangka panjang saham ini.

Investor dalam negeri bahkan memanfaatkan koreksi ini untuk melakukan akumulasi terbatas, menandakan keyakinan bahwa fundamental BBRI tetap solid.

Saham-Saham Lain yang Dilepas Asing Secara Agresif

Selain BBRI, sembilan saham lain tercatat mengalami net sell cukup besar dari investor asing, dengan nominal berkisar belasan hingga puluhan miliar rupiah.

Saham PT MNC Land Tbk (KPIG) mencatat net sell asing sebesar Rp 67,98 miliar, kemungkinan terkait dengan aksi ambil untung setelah reli jangka pendek di sektor properti.

Saham komoditas seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga terkena tekanan, masing-masing dilepas asing sebesar Rp 39,25 miliar dan Rp 23,18 miliar.

Saham consumer goods seperti ICBP, CPIN, dan JPFA turut masuk dalam daftar penjualan asing, mencerminkan adanya rotasi dari sektor konsumsi ke sektor lainnya.

Beberapa saham yang dilepas asing sempat mengalami reli teknikal dalam pekan-pekan sebelumnya, sehingga pelepasan ini bisa jadi bentuk realisasi profit jangka pendek.

Net Buy Asing Bisa Menjadi Penopang Tren Jangka Menengah

Meski terdapat tekanan pada saham-saham tertentu, aksi beli bersih investor asing secara total tetap menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam jangka menengah.

Aliran dana asing menunjukkan bahwa minat global terhadap pasar saham Indonesia masih kuat, terutama di tengah stabilitas nilai tukar dan prospek pertumbuhan domestik.

Selama investor asing tetap mencatatkan pembelian bersih, peluang kelanjutan tren naik IHSG tetap terbuka, khususnya bila didukung perbaikan fundamental sektor-sektor utama.

Namun perlu dicermati bahwa net buy asing tidak selalu berarti penguatan indeks secara merata, karena fokus investor global cenderung tertuju pada saham-saham likuid dan berkapitalisasi besar.

Strategi yang bisa diambil investor lokal saat ini adalah fokus pada saham-saham yang secara teknikal masih dalam pola konsolidasi sehat dan tidak menjadi target distribusi asing.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.