IHSG Rebound, Saham Perbankan dan Teknologi Melonjak
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada Kamis (6/3/2025), ditutup naik 1,48% ke level 6.628,16. Kenaikan ini dipicu oleh rebound saham perbankan dan sektor teknologi yang sebelumnya mengalami tekanan jual.
Pendiri BursaNusantara.com, Mohamad Ali, menjelaskan bahwa minat beli investor terhadap saham perbankan meningkat setelah koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami lonjakan 2,86% ke level 3.950, didorong revisi peringkat dari JP Morgan.
Di sektor teknologi, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 9,98% ke level 140.475, menjadi salah satu kontributor utama penguatan indeks. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk dalam daftar top leaders IHSG.
“Selain perbankan dan teknologi, sektor utilitas (+3,33%), properti (+2,73%), kesehatan (+2,44%), dan bahan baku (+2,09%) mengalami apresiasi. Sementara itu, sektor konsumer primer menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,31%,” ungkap Mohamad.
Prabowo Bertemu Para Naga di Istana
Penguatan IHSG juga didukung oleh sentimen domestik setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (6/3/2025).
Prabowo menerima kedatangan delapan pengusaha besar Indonesia, termasuk Sugianto Kusuma (Aguan), Anthony Salim, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu ekonomi dan investasi strategis.
Dalam unggahan resmi Instagram @sekretariat.kabinet, disebutkan bahwa Presiden bersama para pengusaha berdiskusi tentang program makan bergizi gratis (MBG), infrastruktur, industri tekstil, swasembada pangan dan energi, industrialisasi, serta Badan Pengelola Investasi Danantara.
“Dalam suasana diskusi yang hangat, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas dukungan para pengusaha terhadap kebijakan dan program pemerintah, terutama yang menyangkut kesejahteraan rakyat,” tulis @sekretariat.kabinet.
Potensi Aksi Profit-Taking dan Faktor Eksternal
Meskipun IHSG mengalami penguatan, analis mengingatkan potensi aksi ambil untung (profit-taking) pada perdagangan Jumat (7/3/2025). Selain itu, sentimen global, termasuk kebijakan moneter The Fed dan pergerakan harga komoditas, juga berpotensi mempengaruhi pergerakan indeks.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global, investor diharapkan tetap mencermati kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi selanjutnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











