Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Menguat 1,82% ke 6.665, Saham Teknologi Melejit

149
×

IHSG Menguat 1,82% ke 6.665, Saham Teknologi Melejit

Sebarkan artikel ini
IHSG Menguat 182 Ke 6.665 Saham Teknologi Melejit
IHSG naik 1,82% ke 6.665,04 pada Rabu (12/3/2025). Saham teknologi memimpin kenaikan, sementara tiga saham mencapai batas ARA.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (12/3/2025). IHSG melesat 119,19 poin atau 1,82% ke level 6.665,04, mengakhiri tren pelemahan dua hari sebelumnya.

Performa Pasar dan Sektor Saham

Data RTI mencatat, sebanyak 283 saham menguat, 304 saham melemah, dan 210 saham stagnan. Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 9,77 triliun dengan volume perdagangan sebesar 18,69 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1.124.062 transaksi.

Sponsor
Iklan

Sebagian besar sektor mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor teknologi yang melonjak hingga 5,5%. Sektor barang konsumsi non-primer juga mengalami kenaikan 1,5%, diikuti oleh sektor barang konsumsi primer 1%, sektor energi 0,9%, dan sektor keuangan 0,8%.

Namun, beberapa sektor mengalami koreksi, seperti sektor properti yang turun 0,6%, sektor industri melemah 0,2%, dan sektor transportasi turun tipis 0,08%.

Saham Top Gainers dan ARA

Di tengah reli IHSG, lima saham mencatat lonjakan harga yang signifikan. Tiga di antaranya bahkan mencapai batas auto rejection atas (ARA), yaitu:

  • PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% ke Rp 420
  • PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) melonjak 24,4% ke Rp 550
  • PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melesat 24,3% ke Rp 740

Sementara itu, dua saham lainnya yang masuk daftar top gainers adalah:

  • PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 20,2% ke Rp 1.780
  • PT Green Power Group Tbk (LABA) menguat 18,6% ke Rp 178

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Menurut analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, lonjakan IHSG hari ini didorong oleh optimisme investor setelah Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2025.

Meski sedikit di bawah target APBN yang ditetapkan sebesar 5,2%, proyeksi ini tetap menunjukkan kinerja ekonomi yang solid dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat serupa di kategori “BBB”.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari pasar global. Investor merespons baik kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata 30 hari antara Ukraina dan Rusia dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Arab Saudi. Hal ini turut memperkuat kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi global.

Dengan kenaikan ini, para pelaku pasar kini menantikan pergerakan IHSG selanjutnya, apakah mampu mempertahankan momentum positif atau kembali mengalami koreksi teknikal dalam beberapa hari ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan