IHSG Hari Ini Ditutup Naik 16,08 Poin
JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (20/1/2025), mencatatkan kenaikan sebesar 16,08 poin atau 0,22% ke level 7.170,7.
Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar menyusul penguatan bursa Amerika Serikat (AS) serta komunikasi positif antara Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.
Meski demikian, lima saham mencatatkan penurunan signifikan di tengah penguatan indeks.
Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 10,6 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 19,5 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 320 saham menguat, 277 saham melemah, dan 214 saham stagnan.
Sektor Saham yang Menguat dan Melemah
Sebagian besar sektor mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan hari ini. Sektor teknologi menjadi motor penguatan dengan kenaikan 1,2%, diikuti oleh sektor barang baku sebesar 1,1%, energi 0,9%, dan keuangan 0,69%.
Sektor barang konsumsi non-primer dan transportasi masing-masing naik 0,67% dan 0,65%, sementara sektor properti dan infrastruktur mencatat kenaikan lebih moderat, masing-masing 0,3% dan 0,1%.
Namun, pelemahan terjadi di sektor barang konsumsi primer yang turun 0,8%, sektor perindustrian melemah 0,7%, dan sektor kesehatan tergerus 0,4%. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan pada beberapa emiten besar yang menjadi komponen utama sektor-sektor tersebut.
Lima Saham Boncos Parah Hingga Turun 13,8%
Di tengah penguatan IHSG, lima saham mengalami koreksi tajam dengan penurunan lebih dari 10% dalam sehari. Berikut adalah daftar saham yang mengalami penurunan signifikan:
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO): Harga saham turun 13,8% menjadi Rp 310 per lembar.
- PT Indo Straits Tbk (PTIS): Harga saham ambles 12,5% menjadi Rp 250 per lembar.
- PT Aman Agrindo Tbk (GULA): Harga saham merosot 11,8% menjadi Rp 342 per lembar.
- PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO): Harga saham anjlok 11,6% menjadi Rp 53 per lembar.
- PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO): Harga saham turun 11,5% menjadi Rp 500 per lembar.
Penurunan signifikan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat di saham-saham tersebut, yang diduga disebabkan oleh kombinasi sentimen negatif dan aksi ambil untung.
Lima Saham Cetak Cuan Hingga 34%
Sebaliknya, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang luar biasa, dengan kenaikan lebih dari 20% dalam satu hari perdagangan. Saham-saham tersebut adalah:
- PT Pyridam Farma Tbk (PYFA): Harga saham melonjak 34,4% menjadi Rp 234 per lembar.
- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO): Harga saham melejit 34,2% menjadi Rp 153 per lembar.
- PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN): Harga saham naik 28,6% menjadi Rp 193 per lembar.
- PT Remala Abadi Tbk (DATA): Harga saham meningkat 25% menjadi Rp 1.225 per lembar.
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP): Harga saham naik 22,2% menjadi Rp 3.630 per lembar.
Sentimen Positif Dorong Pasar Saham
Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa penguatan IHSG hari ini didukung oleh sentimen positif dari penguatan bursa saham AS.
Selain itu, komunikasi antara Donald Trump dan Xi Jinping yang menyoroti potensi kerja sama dalam menciptakan dunia yang lebih damai juga memberikan angin segar bagi pasar saham global.
Namun, Pilarmas juga memperingatkan bahwa para investor tetap perlu berhati-hati terhadap isu-isu global lainnya yang dapat memengaruhi pasar, seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik di kawasan Asia.
Analisis dan Prospek IHSG ke Depan
Dengan penguatan mayoritas sektor, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positifnya dalam beberapa hari ke depan.
Namun, investor perlu mencermati sentimen eksternal seperti kebijakan perdagangan internasional dan data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis pekan ini.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan tajam hari ini dapat menjadi perhatian para pelaku pasar untuk peluang akumulasi, terutama jika koreksi harga tersebut dianggap telah mencapai valuasi yang menarik.
IHSG berhasil ditutup menguat pada level 7.170,7 dengan dukungan sentimen global yang positif. Meski demikian, adanya tekanan jual yang signifikan pada beberapa saham menunjukkan dinamika pasar yang cukup kompleks.
Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan selalu melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











