JAKARTA, Bursa Nusantara Official – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan tipis pada perdagangan Selasa (10/12/2024), menandai perubahan arah ke zona hijau setelah tekanan di awal pekan. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh mayoritas sektor saham yang mencatat penguatan di tengah sentimen regional dan global.
IHSG naik 0,21% ke level 7.453,28, didukung kenaikan pada indeks LQ45 sebesar 0,35% ke posisi 890,51. Sebagian besar indeks saham acuan juga mencatat penguatan, meskipun ada tekanan dari pelemahan sejumlah emiten.
Pada sesi perdagangan ini, IHSG mencatat level tertinggi di 7.458,95 dan level terendah di 7.396,79. Sebanyak 259 saham menguat, 311 saham melemah, dan 228 saham stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 15,6 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 24 miliar saham dari total 1,41 juta transaksi.
Kinerja Saham TOBA: Naik 3,4%
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat kenaikan signifikan, ditutup naik 3,45% ke level Rp 480 per saham. Saham ini dibuka stagnan di Rp 464 per saham, kemudian mencapai harga tertinggi Rp 494 dan terendah Rp 464 dalam satu hari perdagangan.
Detail Perdagangan Saham TOBA pada 10 Desember 2024:
- Harga Tertinggi: Rp 494
- Harga Terendah: Rp 464
- Volume Perdagangan: 657.573 saham
- Nilai Transaksi: Rp 31,7 miliar
- Frekuensi Transaksi: 4.724 kali
Saham Lain di Tengah Sentimen IHSG
- BRPT (Barito Pacific Tbk): Ditutup stagnan di Rp 935 per saham, dengan level tertinggi Rp 960 dan terendah Rp 915. Nilai transaksi tercatat Rp 105,3 miliar dari total volume perdagangan 1,12 juta saham.
- Sektor Basic Materials: Memimpin penguatan dengan kenaikan 1,98%, didorong oleh optimisme terhadap peningkatan permintaan global.
- Sektor Properti: Tertekan, mencatat pelemahan terbesar sebesar 1,2%.
Sentimen Penggerak IHSG
Menurut kajian tim riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG didorong oleh:
- Sentimen Positif dari China: Pertemuan Politbiro China menghasilkan rencana kebijakan fiskal yang lebih proaktif untuk mendorong pemulihan ekonomi. Kebijakan moneter yang longgar dan fokus pada peningkatan konsumsi memberikan prospek positif untuk pasar regional Asia.
- Tekanan Capital Outflow di Indonesia: Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), aliran modal asing keluar (capital outflow) sebesar Rp 5,13 triliun selama periode 2–5 Desember 2024. Hal ini meningkatkan premi risiko investasi dan dapat memengaruhi ketahanan eksternal Indonesia.
Top Gainers dan Losers IHSG
Saham yang mencatat kenaikan tertinggi (Top Gainers):
- DPUM: Melonjak 34,62%
- GPSO: Naik 24,67%
- JSPT: Naik 20%
- SCMA: Naik 18,30%
- ANDI: Naik 16,67%
Saham yang mengalami koreksi terbesar (Top Losers):
- HADE: Turun 16,67%
- CITY: Turun 13,16%
- TMPO: Turun 12,62%
- DIVA: Turun 11,98%
- SSTM: Turun 10,53%
Saham Teraktif Berdasarkan Nilai
- AADI: Rp 2,4 triliun
- ADRO: Rp 999,8 miliar
- BBRI: Rp 852 miliar
- BBCA: Rp 632,4 miliar
- BMRI: Rp 578,7 miliar
Pergerakan IHSG pada 10 Desember 2024 menunjukkan stabilitas di tengah tekanan sentimen global dan regional. Saham TOBA mencatat kenaikan signifikan, sementara sektor properti menjadi pemberat utama IHSG. Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan ekonomi dari negara-negara besar, termasuk China dan Amerika Serikat, yang diperkirakan akan memengaruhi dinamika pasar saham dalam waktu dekat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








