JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat signifikan setelah sebelumnya mengalami tekanan. Pada penutupan perdagangan Rabu (5 Maret 2025), IHSG naik 2,37% atau bertambah 150,99 poin ke level 6.531,39, mencatatkan salah satu kenaikan tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sektor-Sektor Pendukung Kenaikan IHSG
Sepanjang perdagangan, IHSG terus bergerak di zona hijau, didukung oleh 10 indeks sektoral yang mengalami penguatan. Sektor dengan kenaikan tertinggi di antaranya:
- Sektor Teknologi: +5,94%
- Sektor Perindustrian: +2,86%
- Sektor Barang Baku: +2,23%
- Sektor Barang Konsumer Primer: +1,86%
- Sektor Keuangan: +1,40%
- Sektor Infrastruktur: +1,27%
- Sektor Properti dan Real Estate: +1,11%
Sementara itu, satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor kesehatan, yang turun 0,15%.
Perdagangan Saham Meningkat, Investor Optimistis
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan optimisme investor terhadap pasar saham domestik. Data BEI mencatat:
- Total volume perdagangan: 21,41 miliar saham
- Total nilai transaksi: Rp 12,96 triliun
- Jumlah saham menguat: 424 saham
- Jumlah saham melemah: 182 saham
- Jumlah saham stagnan: 191 saham
Top Gainers LQ45: CPIN, AMMN, dan UNTR Melesat
Beberapa saham unggulan di indeks LQ45 mencatatkan kenaikan signifikan. Berikut tiga saham dengan kenaikan tertinggi:
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Naik 12,44% ke Rp 4.790 per saham
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Naik 8,33% ke Rp 6.500 per saham
- PT United Tractors Tbk (UNTR) – Naik 6,76% ke Rp 23.675 per saham
Top Losers LQ45: MBMA, KLBF, dan ICBP Terkoreksi
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual dan masuk dalam daftar top losers:
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Turun 7,14% ke Rp 286 per saham
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – Turun 1,80% ke Rp 1.090 per saham
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Turun 1,65% ke Rp 10.400 per saham
Apa yang Mendorong Kenaikan IHSG?
Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan IHSG hari ini meliputi:
1. Sentimen Global yang Positif
Investor merespons positif pergerakan pasar global yang lebih stabil, terutama setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi mulai mereda.
2. Penguatan Sektor Teknologi dan Perindustrian
Sektor teknologi mengalami lonjakan hampir 6%, didorong oleh optimisme terhadap ekspansi bisnis digital dan adopsi teknologi yang semakin meningkat di Indonesia.
3. Arus Modal Asing Masuk ke Pasar Saham Indonesia
Investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) di beberapa saham unggulan, khususnya di sektor keuangan dan industri.
Tren Positif Berlanjut?
Penguatan IHSG yang signifikan hari ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas dan faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan indeks di hari-hari mendatang.
Pelaku pasar kini menanti bagaimana pergerakan indeks di sisa pekan ini dan apakah tren positif dapat terus berlanjut. Apakah IHSG mampu menembus level 6.600 dalam waktu dekat?
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







