Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Naik 1% ke Level 6.652, SIDO, KLBF, TLKM Unggul di LQ45

130
×

IHSG Naik 1% ke Level 6.652, SIDO, KLBF, TLKM Unggul di LQ45

Sebarkan artikel ini
IHSG Naik 1% ke Level 6.652, SIDO, KLBF, TLKM Unggul di LQ45
IHSG naik 1% ke level 6.652; sektor teknologi, energi, dan kesehatan mendongkrak pasar. Analisa mendalam top gainers & losers LQ45 di BursaNusantara.com

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan penguatan signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatat kenaikan 65 poin atau naik 1,00% ke level 6.652,97 pada pukul 09.05 WIB, pada hari Rabu, 26 Februari 2025.

Sponsor
Iklan

Penguatan ini didorong oleh dukungan dari berbagai indeks sektoral, meskipun sebagian saham mengalami penurunan.

Kondisi Pasar Pagi Ini

Data Perdagangan dan Volatilitas

Pada sesi perdagangan pagi, IHSG menunjukkan pergerakan antara level terendah 6.732 dan tertinggi 6.818. Total volume perdagangan mencapai 2,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp996,60 miliar.

Data menunjukkan bahwa 239 saham mengalami kenaikan, 120 saham turun, dan 192 saham tidak bergerak. Meskipun terjadi aksi jual pada beberapa sektor, dominasi indeks sektoral yang menguat mendukung pergerakan IHSG.

Kinerja Indeks Sektoral

Sepuluh indeks sektoral mencatatkan penguatan, di mana sektor teknologi melonjak sebesar 8,30%. Sektor energi naik 0,92%, sektor infrastruktur meningkat 0,63%, dan sektor kesehatan naik 0,61%.

Di samping itu, sektor keuangan mencatat kenaikan 0,47% meskipun sektor barang konsumer non primer mengalami penurunan sebesar 0,73%.

Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda di setiap sektor, memberikan gambaran menyeluruh tentang sentimen pasar.

Top Gainers dan Losers LQ45

Saham Unggulan (Top Gainers)

Di antara saham-saham yang menguat dalam indeks LQ45, terdapat tiga emiten yang mencatat kenaikan signifikan:

  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO): Saham SIDO naik 2,14% dan mencapai Rp630 per saham, menunjukkan kekuatan di sektor kesehatan dan farmasi.
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Saham KLBF meningkat 2,16% ke Rp1.185 per saham, didorong oleh prospek pertumbuhan di industri kesehatan.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Saham TLKM naik 2,03% ke Rp2.510 per saham, menguat seiring dengan tren digitalisasi dan infrastruktur telekomunikasi yang semakin berkembang.

Saham yang Tertekan (Top Losers)

Sementara itu, terdapat tiga saham yang mengalami penurunan:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Saham INDF turun 2,88% ke Rp7.600 per saham, mencerminkan tekanan di sektor konsumer.
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Saham AMRT turun 2,07% ke Rp2.360 per saham, menandakan kekhawatiran investor terhadap sektor ritel.
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Saham MEDC mengalami penurunan 1,45% ke Rp1.020 per saham, mengindikasikan penurunan minat di sektor energi.

Implikasi dan Strategi Investor

Evaluasi Pasar Modal

Kenaikan IHSG ke level 6.652,97 pada pagi hari ini mencerminkan perbaikan di pasar modal Indonesia yang didorong oleh sektor-sektor unggulan seperti teknologi, kesehatan, dan telekomunikasi.

Meskipun terdapat tekanan pada beberapa emiten, data volume dan nilai transaksi yang tinggi menunjukkan aktivitas pasar yang dinamis.

Tekanan di sektor konsumer dan energi yang tercermin dari penurunan saham INDF, AMRT, dan MEDC harus terus dipantau oleh investor.

Strategi Diversifikasi Portofolio

Para investor disarankan untuk mengoptimalkan portofolio mereka melalui diversifikasi. Penguatan di sektor teknologi dan kesehatan dapat dimanfaatkan sebagai peluang pembelian, terutama bagi investor yang mencari aset dengan fundamental kuat.

Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan, seperti INDF, AMRT, dan MEDC, bisa menjadi sasaran strategi “buy on dip” untuk mengantisipasi potensi rebound harga.

Rekomendasi Teknis

Analis pasar menyarankan agar trader fokus pada level support di kisaran 6.758 hingga 6.830, yang berpotensi menjadi titik balik bagi pergerakan IHSG.

Selain itu, pemantauan terhadap perkembangan indeks sektoral sangat penting untuk mengidentifikasi sektor mana yang akan mendominasi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Kesimpulan Analisa

Penguatan IHSG sebesar 1% ke level 6.652,97 pada pagi hari ini didorong oleh kekuatan sektor teknologi, kesehatan, dan telekomunikasi, meskipun ada tekanan di sektor konsumer dan energi.

Dengan volume perdagangan yang mencapai 2,08 miliar saham dan nilai transaksi Rp996,60 miliar, pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik.

Para investor diharapkan untuk tetap waspada terhadap fluktuasi pasar dan memanfaatkan strategi diversifikasi portofolio untuk mengoptimalkan keuntungan di tengah ketidakpastian global.

BursaNusantara.com akan terus memberikan update dan analisis mendalam seputar pergerakan pasar modal untuk membantu investor membuat keputusan yang tepat dan strategis.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.