Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Naik 65 Poin, Pilarmas Rekomendasikan BBCA untuk Sesi II

99
×

IHSG Naik 65 Poin, Pilarmas Rekomendasikan BBCA untuk Sesi II

Sebarkan artikel ini
IHSG Naik 65 Poin Pilarmas Rekomendasikan BBCA Untuk Sesi II
IHSG menguat 1,06% ke 6.226,2 di sesi I, didorong sentimen eksternal dan internal. Pilarmas Investindo rekomendasikan saham BBCA untuk sesi II.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (25/3/2025). IHSG melonjak sebesar 65,01 poin atau 1,06% ke level 6.226,2. Kenaikan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal yang mendorong optimisme pasar.

Sentimen Global Mendorong IHSG

Menurut laporan Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG sejalan dengan tren positif di pasar global, terutama pergerakan Wall Street. Sentimen utama datang dari ekspektasi tarif AS yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, meskipun dolar AS mengalami penguatan ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah rilis data ekonomi yang solid.

Sponsor
Iklan

Indeks PMI AS Global S&P naik menjadi 53,5 pada Maret 2025, dari level terendah 10 bulan pada Februari yang sebesar 51,6. Ini merupakan pertumbuhan terkuat sejak Desember 2024 dan mengindikasikan pemulihan ekonomi yang semakin solid.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa tarif otomotif akan segera diberlakukan. Namun, ia mengisyaratkan bahwa beberapa negara mungkin mendapatkan pengecualian, sehingga memberikan ketidakpastian tambahan bagi pasar global.

Di sisi lain, pasar saham China dan Hong Kong mengalami tekanan akibat aksi ambil untung (taking profit) yang meluas. Investor masih skeptis terhadap efektivitas langkah-langkah stimulus terbaru pemerintah China. Pendapatan fiskal China tercatat turun 1,6% pada Januari-Februari 2025, menambah kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Dampak Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah sejak krisis moneter 1998. Bank Indonesia (BI) merespons dengan strategi intervensi tiga lapis (triple intervention) secara agresif dan terukur guna menjaga stabilitas serta keseimbangan pasokan dan permintaan valuta asing.

Menurut Pilarmas Investindo, pelemahan rupiah terjadi akibat pernyataan hawkish dari Gubernur The Fed Atlanta, yang kini hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Selain itu, IHSG berhasil rebound setelah pengumuman susunan Direksi Danantara pada sesi kedua perdagangan Senin kemarin.

Pada sesi pertama hari ini, beberapa saham mengalami kenaikan signifikan, antara lain HITS, LMPI, WINE, POLU, dan ASBI. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar mencakup TRUS, INAI, TIRA, NINE, dan RCCC.

Rekomendasi Saham untuk Sesi II

Dalam analisisnya, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk perdagangan sesi kedua hari ini. “Kami merekomendasikan BBCA untuk aksi beli (buy), dengan level support di 7.800 dan resistance di 8.375,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Rekomendasi ini didasarkan pada fundamental BBCA yang kuat serta prospek positif perbankan di tengah upaya pemulihan ekonomi. Dengan sentimen yang masih positif, para investor diharapkan tetap mencermati pergerakan pasar guna memaksimalkan peluang investasi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan