JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positifnya pada Kamis (20/3/2025), didukung oleh berbagai sentimen domestik dan global. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kisaran resistance 6.370, pivot 6.270, dan support 6.100.
IHSG Berpotensi Rebound, Stimulus BI Jadi Penopang
Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG masih mendapat dorongan dari kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang meningkatkan likuiditas makroprudensial menjadi Rp375 triliun dari realisasi sebelumnya Rp291,8 triliun pada Maret 2024.
“Kebijakan ini sangat membantu sektor perbankan yang menghadapi ketatnya likuiditas sejak kuartal IV-2024,” ujar Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Namun, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, yang mencapai Rp16.520 per dolar AS (melemah 0,61% pada Rabu sore, 19/3/2025), menjadi tantangan bagi pasar. Meskipun demikian, kebijakan moneter ini diharapkan memberi dampak positif terhadap perekonomian dalam jangka menengah, terutama dalam mendukung program 3 juta rumah.
Normalisasi Pasar Pasca Heuristic Bias
Pasar juga mengalami normalisasi setelah sebelumnya terdampak oleh heuristic bias pada Selasa (18/3/2025) akibat berbagai spekulasi yang mempengaruhi psikologis investor. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berencana bertemu dengan para investor saham.
Di sisi global, Wall Street mencatat penguatan, dengan Nasdaq melonjak 1,41% pada Rabu (19/3/2025). The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga di level 4,25%-4,5% dan membuka peluang pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada 2025.
“Pernyataan The Fed kali ini lebih dovish dibanding ekspektasi pasar, yang sebelumnya khawatir pemangkasan hanya terjadi satu kali,” jelas Phintraco Sekuritas.
Pandangan dovish dari The Fed turut menekan imbal hasil obligasi AS ke 4,247% dari kisaran 4,28% di awal pekan ini. Sentimen ini berpotensi membawa dampak positif bagi pasar keuangan global, termasuk IHSG.
Lima Saham Potensial Cuan
Mengacu pada kondisi pasar saat ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpotensi cuan:
- BMRI (Bank Mandiri) – Stabilitas likuiditas dan ekspansi kredit menjadi daya tarik utama saham ini.
- EMTK (Elang Mahkota Teknologi) – Pertumbuhan bisnis digital dan media diperkirakan terus meningkat.
- ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur) – Konsumsi domestik yang kuat menopang kinerja perusahaan.
- INDF (Indofood Sukses Makmur) – Diversifikasi bisnis memberikan ketahanan terhadap volatilitas pasar.
- RAJA (Rukun Raharja) – Sektor energi masih memiliki prospek positif di tengah tren global.
Dengan dukungan kebijakan moneter dan optimisme pasar global, pergerakan IHSG berpeluang terus menguat. Para investor disarankan untuk tetap mencermati dinamika pasar guna mengambil keputusan investasi yang bijak.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












