Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Rebound Usai Terkoreksi 4 Hari, Trans & Cyclic Pimpin Reli

157
×

IHSG Rebound Usai Terkoreksi 4 Hari, Trans & Cyclic Pimpin Reli

Sebarkan artikel ini
IHSG Rebound Usai Terkoreksi 4 Hari, Trans & Cyclic Pimpin Reli
IHSG menguat 0,54% ke 7.155,852 pada 17 Juni usai koreksi empat hari, dipimpin sektor transportasi dan cyclicals di tengah tensi geopolitik Iran-Israel.

IHSG Bangkit Didorong Sektor Transportasi dan Siklus Konsumen

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghentikan penurunan beruntunnya dan ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2025.

IHSG menguat 0,54% atau naik 38,261 poin ke level 7.155,852 setelah empat hari berturut-turut mengalami koreksi.

Sponsor
Iklan

Sebanyak 289 saham menguat, 309 saham melemah, dan 209 saham stagnan sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Total volume transaksi mencapai 18,8 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp 11,9 triliun.

Dukungan kuat datang dari sembilan indeks sektoral yang secara kolektif menopang penguatan IHSG pada sesi kali ini.

IDX-Trans dan Cyclicals Tunjukkan Performa Terbaik

Kinerja sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,55% pada indeks sektoral IDX-Trans.

IDX-Cyclic yang mencerminkan saham konsumen siklikal juga melonjak 1,72%, disusul IDX-Basic dengan kenaikan 1,67%.

Reli di sektor-sektor tersebut mengindikasikan sentimen rotasi sektor yang terjadi di tengah gejolak eksternal dan ketidakpastian global.

Arah pasar menunjukkan adanya minat investor terhadap saham-saham sektor konsumtif dan infrastruktur pendukung perdagangan.

Fokus investor juga bergeser ke sektor riil dan domestik, menghindari volatilitas global akibat ketegangan geopolitik yang meningkat.

Saham LQ45 Paling Menguat dan Melemah

PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX:AMMN) memimpin daftar top gainer LQ45 dengan kenaikan tajam 7,26% ke Rp 8.125.

Disusul PT Aneka Tambang Tbk (IDX:ANTM) yang melonjak 5,79% ke Rp 3.470 di tengah reli komoditas logam dasar.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX:BBTN) mencatatkan kenaikan 4,35% ke level Rp 1.200 setelah aksi beli investor institusi.

Sebaliknya, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (IDX:AMRT) memimpin pelemahan dengan penurunan 3,75% ke Rp 2.310.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX:MEDC) dan PT Barito Pacific Tbk (IDX:BRPT) juga terkoreksi masing-masing 2,46% dan 2,24%.

Ketegangan Geopolitik Warnai Perdagangan Global

Perdagangan saham di kawasan Asia-Pasifik bervariasi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Presiden AS Donald Trump mendesak warga AS segera keluar dari Teheran dan mempercepat kepulangannya dari KTT G7.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Israel di level ‘A’ dengan outlook negatif, menggarisbawahi risiko yang terkendali.

Pertempuran diperkirakan tetap terbatas dan tidak berlangsung lama, menurut laporan analis Fitch yang dirilis hari Senin.

Pandangan Ekonom Global Tetap Waspada

Kepala Ekonom Lombard Odier, Samy Chaar, menyebutkan bahwa konfrontasi Iran-Israel masih berada dalam batas yang terkendali.

Namun ia juga mengingatkan bahwa gejolak komoditas dan harga energi yang tinggi bisa memperlambat pemulihan ekonomi global.

Tidak ada tanda eskalasi yang tak terkendali, tapi tekanan struktural pada energi tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Harga komoditas global menunjukkan peningkatan spekulatif di tengah kekhawatiran geopolitik dan disrupsi rantai pasok.

Investor disarankan tetap selektif terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap harga energi dan volatilitas global.

Bursa Saham Asia Bergerak Campuran

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,59% ke 38.536,74 setelah BoJ mempertahankan suku bunga dan mengumumkan rencana pengurangan pembelian obligasi.

Topix juga menguat 0,35% menjadi 2.786,95 seiring optimisme kebijakan moneter jangka menengah.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat tipis 0,12% ke 2.950,30, namun Kosdaq justru melemah 0,21% ke 775,65.

Pasar China relatif stagnan, dengan indeks CSI 300 datar di 3.870,38 dan indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,34%.

Bursa Australia juga bergerak mendatar, sementara indeks Nifty 50 dan BSE Sensex di India justru melemah masing-masing 0,42% dan 0,35%.

Pasar Global Terpaku pada Risiko Eksternal

Sentimen investor global tengah diuji oleh ketegangan geopolitik yang terjadi bersamaan dengan agenda kebijakan bank sentral.

Bank sentral Jepang menjadi perhatian karena kebijakan jangka panjang terhadap stimulus fiskal dan pembelian obligasi.

Sementara itu, pelaku pasar terus mencermati potensi dampak dari fluktuasi harga minyak terhadap inflasi dan konsumsi domestik.

Pelaku pasar juga mulai berhati-hati terhadap efek jangka menengah dari ketegangan Timur Tengah terhadap perdagangan global.

Aktivitas pasar di minggu ini diperkirakan tetap fluktuatif seiring sorotan investor tertuju pada arah kebijakan The Fed dan data ekonomi AS.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan