IHSG Tak Terbendung! Bidik Level 9.000 Saat Januari Effect Bakar Semangat Bursa
JAKARTA – Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mendidih. Memasuki pekan kedua Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus memahat sejarah baru dengan memecahkan rekor All Time High (ATH) berkali-kali.
Kini, mata seluruh investor tertuju pada satu titik krusial: level psikologis 9.000.
Fenomena January Effect yang dibarengi dengan derasnya modal asing (foreign inflow) menjadi bahan bakar utama yang membuat IHSG terbang tinggi, meninggalkan keraguan pasar di tahun sebelumnya.
Banjir Likuiditas: Transaksi Harian Meroket 44%
Gairah investor tercermin jelas dari aktivitas perdagangan yang sangat agresif. Dalam sepekan terakhir, nilai transaksi harian melesat 44,7%, menyentuh angka fantastis Rp31,45 triliun.
Derasnya aliran dana ini menandakan bahwa pasar saham Indonesia sedang berada pada titik likuiditas paling optimal dalam sejarah.
Kepercayaan global pun kian menebal. Investor asing tercatat membukukan beli bersih (net buy) hingga Rp1,44 triliun hanya dalam pekan pertama Januari, sebuah validasi kuat terhadap stabilitas ekonomi domestik Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Sentimen The Fed dan “Comeback” Saham Papan Pengembangan
Analis pasar modal menyoroti bahwa penguatan ini didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat.
Sinyal penurunan suku bunga The Fed membuat aset-aset di emerging market seperti Indonesia menjadi primadona bagi pengelola dana global.
Selain pergerakan indeks, dinamika menarik juga terjadi pada sisi regulasi.
Hari ini, Senin (12/1), bursa resmi memulihkan status empat saham AYLS, CARE, IRSX, dan RATU yang kembali ke Papan Pengembangan dari Papan Pemantauan Khusus. Langkah ini diharapkan menambah variasi pilihan bagi investor agresif.
Rekomendasi Saham: Mengincar Peluang di Area Resistance
Meski IHSG diprediksi bergerak variatif (mixed) hari ini karena potensi konsolidasi wajar, beberapa saham tetap menjadi magnet “cuan” bagi para trader:
- Perbankan Raksasa: BBRI dan BBCA tetap menjadi jangkar penguatan indeks.
- Sektor Energi: BUMI, ARCI, dan INDY menarik untuk dicermati seiring rotasi sektor yang dinamis.
Pertanyaan besar di pasar saat ini bukan lagi tentang mampukah IHSG menyentuh 9.000, melainkan seberapa cepat level legendaris itu akan ditaklukkan.
Pastikan strategi manajemen risiko Anda tetap terjaga di tengah euforia awal tahun yang membara ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












