IHSG Rawan Terkoreksi di Tengah Euforia Pasar
JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah optimisme pasar pasca-kesepakatan dagang AS-Uni Eropa dan euforia rilis kinerja kuartalan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menghadapi ancaman koreksi teknikal jangka pendek pada perdagangan Selasa, 29 Juli 2025.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.550 hingga resistance 7.670, dengan pivot di 7.650, mengindikasikan adanya tekanan setelah penguatan tajam sebelumnya.
Tekanan Jual Muncul di Area Overbought
Penguatan IHSG sebesar 0,94% ke 7.614,77 pada Senin (28/7) kemarin ditopang sektor infrastruktur yang melonjak, sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya penekan indeks.
Namun, secara teknikal, IHSG membentuk gap di pembukaan dan ditutup di bawah harga awal perdagangan, mengisyaratkan potensi pola shooting star, yang biasanya mendahului koreksi harga.
Analis Phintraco Sekuritas mencermati bahwa volume jual meningkat di area overbought, memberikan sinyal bahwa tekanan jual mulai mendominasi, meskipun tren utama masih menunjukkan kecenderungan bullish.
“Belum ada sinyal pembalikan arah tren, tapi adanya gap down antara 7.550–7.568 menjadikan IHSG rentan alami pullback jangka pendek menuju kisaran 7.550–7.600,” tulis tim riset Phintraco dalam laporan Selasa (29/7).
Pasar Tunggu Data Ekonomi AS dan Negosiasi Dagang
Selain dinamika teknikal, pelaku pasar juga menanti data ekonomi Amerika Serikat yang bisa memicu volatilitas tambahan.
Hari ini, perhatian tertuju pada rilis indeks harga rumah S&P/Case-Shiller untuk Mei 2025 yang diprediksi melambat ke 2,9% YoY dari 3,4% YoY bulan sebelumnya.
Sementara itu, data lowongan kerja (JOLTs Openings) bulan Juni diperkirakan turun ke 7,35 juta, dari 7,769 juta pada Mei, mempertegas tren pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Sentimen lainnya datang dari lanjutan pembicaraan dagang AS–China di Stockholm, yang meski belum menjanjikan terobosan besar, tetap diawasi pasar untuk sinyal stabilitas hubungan dagang global.
Lima Saham Ini Jadi Incaran di Tengah Konsolidasi
Dalam kondisi indeks yang rawan koreksi namun belum berubah arah, Phintraco Sekuritas menyarankan strategi selektif pada saham-saham yang dinilai memiliki prospek cuan jangka pendek.
Lima saham yang masuk radar unggulan hari ini adalah:
- BBNI (Bank Negara Indonesia): Diuntungkan sentimen stabilitas makro dan potensi pertumbuhan kredit.
- MBMA (Merdeka Battery Materials): Masih kuat di sektor energi baru dan kendaraan listrik.
- BKSL (Sentul City): Diuntungkan sentimen properti dan potensi rebound teknikal.
- MDKA (Merdeka Copper Gold): Harga logam dasar yang stabil mendukung prospek kinerja.
- TKIM (Pabrik Kertas Tjiwi Kimia): Rebound permintaan kertas dan pulp menopang pergerakan harga.
Kelima saham tersebut diproyeksikan mampu mengimbangi tekanan korektif pasar secara teknikal maupun sentimen jangka pendek.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





