Di sisi lain, tiga saham LQ45 yang paling terdampak adalah:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Turun 9,91%
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Turun 9,09%
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Turun 6,46%
Penurunan tajam pada saham-saham ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap sektor komoditas dan consumer staples, yang saat ini tengah menghadapi tekanan harga global dan fluktuasi permintaan.
Implikasi dan Strategi Investor
Tekanan pada IHSG dan aksi jual besar oleh investor asing memberikan sinyal bahwa volatilitas pasar masih tinggi.
Para trader disarankan untuk mengamati level support kritis, terutama di kisaran 6.758 hingga 6.830, dan mempertimbangkan strategi diversifikasi portofolio.
Meskipun tekanan jual mendominasi, peluang muncul bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham yang dinilai undervalued, sambil menyiapkan strategi “Sell on Strength” untuk saham-saham yang menunjukkan kenaikan sementara.
Dengan kondisi pasar yang dinamis, pemantauan secara terus-menerus dan analisis teknikal yang cermat menjadi kunci untuk mengoptimalkan portofolio investasi di tengah fluktuasi pasar modal Indonesia.
BursaNusantara.com akan terus memberikan analisis dan update terbaru mengenai pergerakan IHSG serta dinamika pasar modal agar para investor mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












