JAKARTA, BursaNusantara.com Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Selasa (25/2/2025).
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melorot 162,51 poin atau turun 2,41% ke level 6.587,08.
Pergerakan ini menunjukkan dominasi aksi jual di pasar, dengan mayoritas saham bergerak di zona merah. Total volume perdagangan mencapai 20,93 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,34 triliun.
Kondisi Pasar pada Perdagangan Hari Ini
Data Perdagangan IHSG
Selama perdagangan, IHSG mencatat level terendah 6.732 dan tertinggi 6.818. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat 351 saham mengalami penurunan, 223 saham naik, dan 218 saham tidak berubah.
Aksi jual ini didorong oleh tekanan dari investor asing yang mencatat net sell jumbo sebesar Rp3,47 triliun di seluruh pasar.
Tekanan tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian yang melanda pasar modal, sehingga meskipun ada beberapa saham yang menunjukkan penguatan, tren keseluruhan masih condong ke arah penurunan.
Faktor Penyebab dan Ekspektasi
Analis pasar menyebutkan bahwa kondisi global dan sentimen negatif di pasar derivatif turut memberi kontribusi terhadap tekanan IHSG.

Ekspektasi bahwa fundamental ekonomi harus segera pulih belum terealisasi, sehingga investor asing memilih untuk menjual saham-saham mereka.
Walaupun begitu, beberapa pelaku pasar optimis bahwa level support di sekitar 6.758 hingga 6.830 bisa menjadi titik balik jika kondisi pasar mulai stabil.
Top Gainers dan Losers LQ45
Saham yang Mencatatkan Kenaikan
Di antara saham-saham unggulan LQ45, ada beberapa yang mencatatkan kenaikan tipis. Top gainers hari ini adalah:
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO): Naik 1,65%
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Naik 0,71%
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR): Naik 0,36%
Peningkatan ini menunjukkan bahwa, meskipun pasar secara keseluruhan mengalami tekanan, beberapa emiten fundamental di sektor konsumsi dan infrastruktur tetap menunjukkan daya tahan.
Saham yang Mengalami Penurunan Tajam
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










