HeadlinePasarSaham

IHSG Tertekan, Investor Asing Jual Rp3,47 Triliun

107
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Saham Rp3,47 Triliun
IHSG turun 0,78% ke level 6.749,60; investor asing jual Rp3,47 triliun. Baca analisis lengkap pergerakan pasar dan saham net sell terbesar hari ini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan awal Senin (24/2/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 53,4 poin atau 0,78% ke level 6.749,60. Meskipun pada akhir pekan IHSG sempat menguat, tren perdagangan hari ini menunjukkan dominasi pergerakan di zona merah.

Kinerja Pasar di Hari Ini

Data Perdagangan dan Volume

Sepanjang perdagangan, IHSG mencatat pergerakan antara level terendah 6.732 dan tertinggi 6.818. Total volume perdagangan mencapai 33,68 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,18 triliun.

Dari jumlah saham yang diperdagangkan, tercatat 351 saham turun, 223 saham naik, dan 218 saham tidak berubah.

Data ini menggambarkan kondisi pasar yang penuh volatilitas, di mana tekanan aksi jual mendominasi, meskipun ada saham yang menunjukkan penguatan.

Aktivitas Investor Asing

Investor asing menjadi salah satu faktor utama tekanan pasar. Secara agregat, mereka mencatat net sell jumbo sebesar Rp3,47 triliun di seluruh pasar.

Tekanan ini menunjukkan adanya kecemasan investor internasional terhadap prospek jangka pendek, yang memicu aksi jual besar-besaran. Meski demikian, dinamika pasar menunjukkan bahwa aksi jual ini belum mampu mengangkat IHSG ke level yang lebih tinggi, dan potensi koreksi pasar masih terbuka lebar.

Saham-Saham Net Sell Terbesar

Daftar 10 Saham yang Dijual Secara Net oleh Investor Asing

Berdasarkan data BEI, berikut adalah 10 saham dengan net sell terbesar oleh investor asing pada hari Senin:

Saham-saham teknologi seperti EMTK dan BUKA mendominasi daftar ini dengan nilai net sell mencapai lebih dari Rp2,7 triliun secara agregat.

Sementara saham di sektor perbankan seperti BMRI, BBNI, dan BUVA turut memberikan kontribusi signifikan terhadap tekanan pasar.

Analisis dan Implikasi Pasar

Strategi dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Analis dari WH Project, William Hartanto, memproyeksikan IHSG kemungkinan akan berfluktuasi dalam kisaran 6.758 hingga 6.830 pada perdagangan hari ini. Tekanan aksi jual oleh investor asing yang mencapai Rp3,47 triliun menjadi faktor utama yang menekan IHSG.

Meski ada beberapa saham yang menunjukkan kekuatan, seperti saham-saham yang tercatat naik, dominasi penurunan secara keseluruhan menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi.

Rekomendasi Trader

Para trader disarankan untuk memantau level support dan melakukan strategi diversifikasi portofolio. Meskipun tekanan pasar masih tinggi, ada peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham yang diprediksi undervalued.

Sementara itu, untuk saham yang mengalami penguatan sementara, strategi “Sell on Strength” bisa dipertimbangkan guna mengurangi risiko kerugian.

Implikasi Jangka Panjang

Tekanan pasar hari ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG sempat menguat pada akhir pekan, fondasi pasar masih tertekan oleh aksi jual besar-besaran dari investor asing.

Kecenderungan ini harus diwaspadai, terutama oleh investor institusional dan individu yang mengandalkan fundamental sektor perbankan dan teknologi.

Upaya penguatan sistem pasar dan penerapan strategi investasi yang cermat menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.


Meskipun IHSG menunjukkan penurunan signifikan pada perdagangan awal pekan ini, analisis mendalam mengungkap bahwa strategi diversifikasi dan pemantauan level support sangat penting untuk mengantisipasi volatilitas pasar.

Investor asing yang mencatat net sell sebesar Rp3,47 triliun menjadi indikator bahwa sentimen global masih meragukan prospek jangka pendek, meskipun fundamental saham-saham unggulan diharapkan dapat memberikan rebound di masa depan.

BursaNusantara.com akan terus memberikan update dan analisis terbaru untuk membantu investor memahami dinamika pasar modal Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version