Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Melemah Akibat Sentimen Eksternal
IHSG melemah signifikan pada sesi pertama perdagangan, Senin (6/1/2025), dengan penurunan sebesar 52,09 poin (0,73%) ke level 7.112,3. Menurut laporan Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan terhadap IHSG disebabkan oleh berbagai sentimen negatif eksternal yang membebani pergerakan pasar.
Fokus Utama: Minutes FOMC The Fed
Pelaku pasar saat ini tengah menunggu hasil minutes dari Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan dirilis pada 9 Januari 2025. Sikap dan keputusan para pejabat The Fed mengenai kebijakan moneter diantisipasi akan menjadi sinyal penting bagi investor untuk langkah ke depan.
Pilarmas memprediksi, The Fed kemungkinan besar akan mengambil pendekatan hati-hati terkait rencana pemangkasan suku bunga acuan.
Stimulus dari China dan Risiko Baru
Di tengah tekanan eksternal, Presiden China menjanjikan stimulus tambahan untuk menopang ekonomi yang tumbuh melambat. Bank Sentral China, People’s Bank of China (PBOC), telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung sektor teknologi dan konsumsi dengan kebijakan moneter longgar.
Namun, pasar juga menghadapi kekhawatiran baru terkait penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV) dari China. Virus ini menyebabkan gejala mirip flu, dan dalam kasus tertentu dapat memicu infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia. Kekhawatiran pasar meningkat karena trauma pandemi COVID-19 yang masih membekas.
Sentimen Internal: Defisit APBN dan Dampaknya
Di sisi lain, sentimen internal juga turut membebani IHSG. Kementerian Keuangan RI melaporkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencapai Rp 507,8 triliun atau 2,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit ini lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 2,70% namun tetap menimbulkan kekhawatiran karena dipicu oleh berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, fenomena El Nino, serta fluktuasi harga komoditas seperti minyak dan batu bara.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan Harga
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, beberapa saham mencatat kenaikan terbesar, yaitu:
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah:
Pilarmas merekomendasikan saham PGAS untuk perdagangan di sesi kedua dengan rekomendasi buy. Rentang support dan resistance berada di level 1.635-1.750.
IHSG ke Depan: Peluang dan Tantangan
Dengan kombinasi tekanan eksternal dan internal, IHSG diperkirakan akan terus menghadapi volatilitas. Dukungan dari stimulus China dan potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif bisa menjadi katalis positif. Namun, ancaman dari virus HMPV dan defisit APBN tetap menjadi perhatian utama investor.
Investor disarankan untuk tetap memonitor perkembangan pasar secara intensif, terutama menjelang rilis minutes FOMC. Pilihan saham defensif atau yang memiliki potensi pertumbuhan kuat seperti PGAS dapat menjadi strategi yang bijak untuk menghadapi ketidakpastian.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









