HeadlinePasarSaham

IHSG Tumbang 2,1%! Lima Saham Ini Terpukul Hingga 16%

101
ihsg tumbang 2,1 persen! lima saham ini terpukul hingga 16 persen kompres
IHSG anjlok 2,1% ke level 6.875,5. Lima saham terpuruk hingga 16%, sementara beberapa saham justru mencetak kenaikan signifikan.

IHSG Tergelincir 2,1%, Lima Saham Terpukul Keras

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan Kamis (6/2/2025), ditutup anjlok 148,69 poin atau 2,1% ke level 6.875,5.

Koreksi signifikan ini menyebabkan beberapa saham mengalami penurunan drastis, dengan lima saham masuk dalam daftar top losers setelah terjun hingga 16% dalam sehari.

Kelima saham yang mengalami koreksi tajam adalah:

  • PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) turun 16% menjadi Rp 68.
  • PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) anjlok 10,4% menjadi Rp 143.
  • PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) jatuh 10,4% ke Rp 430.
  • PT Era Graharealty Tbk (IPAC) terkoreksi 9,7% menjadi Rp 121.
  • PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) turun 9,5% ke Rp 151.

Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar dan tekanan jual dari investor. Sementara itu, pergerakan indeks saham di Asia justru cenderung positif, dengan Nikkei (Jepang) naik 0,6%, Straits Times (Singapura) menguat 0,3%, Hang Seng (Hong Kong) melonjak 1,4%, dan Shanghai (China) meningkat 1,2%.


Saham Top Gainers: Cuan Hingga 33%!

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru mengalami lonjakan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers.

Lima saham mencatatkan kenaikan besar, dengan tiga di antaranya mencapai batas auto rejection atas (ARA):

  • PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,6% ke Rp 466.
  • PT Steady Safe Tbk (SAFE) melonjak 24,5% menjadi Rp 376.
  • PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) melesat 24,4% ke Rp 590.
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat kenaikan tertinggi, naik 33,8% menjadi Rp 95.
  • PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) meningkat 21% ke Rp 5.700.

Kenaikan harga saham tersebut didorong oleh aksi beli investor yang memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat.


Prospek Pasar ke Depan

Analis menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tren volatil, dipengaruhi oleh faktor global dan domestik. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Menurut analis Infovesta Kapital Utama, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global, inflasi, dan laporan kinerja emiten. Oleh karena itu, pemilihan saham yang memiliki fundamental kuat menjadi kunci utama dalam strategi investasi saat ini.

Sebagai catatan, meskipun IHSG mengalami tekanan, beberapa saham dengan potensi pertumbuhan tetap menarik bagi investor yang memiliki strategi jangka panjang.


Koreksi tajam IHSG sebesar 2,1% memberikan dampak negatif pada banyak saham, dengan lima saham mengalami penurunan signifikan hingga 16%. Namun, di sisi lain, ada saham yang justru mengalami lonjakan harga hingga 33%.

Investor perlu mencermati pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi terkini untuk mendapatkan peluang terbaik di tengah volatilitas bursa saham.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version