JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau setelah melemah dua hari berturut-turut.
Pada penutupan perdagangan Jumat (21/2/2025), IHSG mencatat kenaikan sebesar 14,95 poin atau 0,22% ke level 6.803, menunjukkan perbaikan sentimen pasar yang cukup signifikan dalam pekan ini.
Data ini menjadi sorotan di tengah berbagai dinamika pasar modal, terutama dengan adanya aksi net sell asing yang masih mendominasi.
Ringkasan Pergerakan Pasar Hari Ini
Data Perdagangan dan Indikator Utama
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham pada hari Jumat menunjukkan aktivitas yang cukup stabil meskipun terdapat perbedaan kinerja di antara berbagai saham. Secara rinci, terdapat:
- Volume Perdagangan: 14,73 miliar saham
- Nilai Transaksi: Rp10,04 triliun
- Jumlah Saham: 231 saham menguat, 312 saham melemah, dan 252 saham stagnan
Peningkatan IHSG sebesar 0,22% ke level 6.803 merupakan pemulihan positif setelah tekanan selama dua hari berturut-turut, dengan akumulasi kenaikan pekan ini mencapai 2,48%.
Aktivitas Investor Asing dan Net Sell
Meskipun pasar menunjukkan tren positif, investor asing tetap mencatat aksi jual bersih yang cukup besar. Pada hari Jumat, tercatat net sell asing mencapai Rp705,07 miliar.
Dalam akumulasi pekan, nilai net sell asing mencapai Rp1,04 triliun. Data ini menunjukkan adanya perlawanan antara sentimen positif pasar domestik dengan tekanan dari aksi penjualan investor asing.
Top 10 Saham Net Sell Asing pada Hari Ini
Berikut adalah daftar 10 saham yang mengalami net sell terbesar oleh investor asing pada perdagangan Jumat:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp170,5 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp140,74 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp126,84 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp100,57 miliar
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp47,87 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp37,76 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp30,63 miliar
- PT MD Entertainment Tbk (FILM): Rp27,48 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Rp26,64 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Rp20,35 miliar
Saham-saham unggulan seperti BBRI dan BBNI menjadi sorotan utama, meskipun mengalami tekanan dari aksi jual asing, karena pergerakan fundamental dan prospek jangka panjangnya masih kuat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












