Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

IHSG Uji MA200 ke 7.085, Saham Big Caps Jadi Andalan

91
×

IHSG Uji MA200 ke 7.085, Saham Big Caps Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
IHSG Uji MA200 ke 7.085, Saham Big Caps Jadi Andalan
IHSG berpeluang lanjut menguat ke 7.085 di awal pekan. Saham BMRI, BBNI, hingga TLKM jadi fokus trading seiring sinyal pemangkasan suku bunga BI.

Optimisme Pasar Berlanjut, IHSG Bidik Level Kunci MA200

JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan reli teknikal pada awal pekan, dengan proyeksi menuju resistance kuat di level 7.085.

Penguatan tersebut menjadi kelanjutan tren Jumat (11/7/2025), saat IHSG ditutup naik 42,06 poin atau 0,6% ke 7.047,4.

Sponsor
Iklan

Ruang kenaikan terbuka lebar karena sentimen moneter domestik semakin kondusif jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Pasar mulai mengantisipasi peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 5,25%.

Arah kebijakan moneter yang lebih longgar memberi nafas pada sektor perbankan besar, terutama saham-saham big banks yang mulai rebound kuat.

Sinyal Teknikal Positif, Waspadai Area Jenuh Beli

Secara teknikal, indikator MACD membentuk golden cross dengan histogram di area positif, mengindikasikan momentum penguatan lanjutan.

Bollinger bands juga menunjukkan pola penyempitan yang kerap menjadi awal breakout harga indeks.

Namun, stochastic RSI mulai mendekati area overbought, menjadi sinyal agar investor berhati-hati terhadap aksi ambil untung jangka pendek.

IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 7.000 dan pivot 7.050, dengan potensi uji resistance utama di 7.090.

Jika breakout terjadi, maka penguatan menuju MA200 di level 7.085 berpeluang besar tercapai.

Faktor Global: Inggris Melemah, Trump Berulah, Eropa Tertekan

Dari eksternal, pelemahan ekonomi Inggris menambah ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Bank of England pada Agustus mendatang.

Kontraksi ekonomi dua bulan berturut-turut memicu depresiasi poundsterling terhadap dolar AS dan membayangi outlook pertumbuhan kuartal II-2025.

Sementara itu, pasar global juga tertekan akibat kebijakan proteksionis baru dari Donald Trump, yang menaikkan tarif 35% untuk Kanada dan 50% untuk tembaga impor.

Langkah Trump ini menambah kekhawatiran atas potensi perlambatan ekonomi global dan memicu tekanan di bursa saham Eropa.

Strategi Trading: Big Caps Unggul, Saham TLKM dan BMRI Disorot

KB Valbury Sekuritas menyarankan fokus pada saham-saham unggulan dengan prospek teknikal menjanjikan.

Untuk BMRI, strategi trading buy ditetapkan dengan target Rp5.050, support di Rp4.880, dan cut loss di Rp4.710.

BBTN mengincar target Rp1.220 dengan support di Rp1.160 dan batas risiko di Rp1.100.

Saham BBNI juga menjadi pilihan dengan proyeksi naik ke Rp4.230, support kuat di Rp4.130, dan cut loss Rp4.030.

UNTR membidik target Rp22.600, sementara CPIN diproyeksi menguat menuju Rp4.980, dan TLKM punya potensi naik ke Rp2.810 dari level support Rp2.700.

Dengan strategi disiplin dan pengelolaan risiko yang tepat, perdagangan awal pekan memberi ruang spekulatif yang menarik di tengah sinyal dovish kebijakan moneter.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan