Geser Kebawah
PasarSaham

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ASII dan ISAT Memimpin Kenaikan

132
×

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ASII dan ISAT Memimpin Kenaikan

Sebarkan artikel ini
indeks bisnis 27 dibuka menguat saham asii dan isat memimpin kenaikan kompres
Indeks Bisnis-27 dibuka menguat ke level 522,40 pada perdagangan Kamis (9/1/2025). Saham ASII dan ISAT mencatatkan penguatan terbesar di antara konstituen lainnya.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Perdagangan saham hari ini dimulai dengan kabar menggembirakan dari Indeks Bisnis-27. Indeks yang merupakan hasil kolaborasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan harian Bisnis Indonesia ini mencatat penguatan signifikan sebesar 0,63%, mencapai level 522,40. Tren positif ini membawa optimisme di pasar modal Indonesia.

Saham ASII dan ISAT Jadi Jawara Hari Ini

Pada sesi pembukaan pukul 09.00 WIB, saham PT Astra Internasional Tbk. (ASII) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) menonjol sebagai dua konstituen dengan performa terbaik. ASII melesat 2,08% sementara ISAT mencatatkan kenaikan lebih tinggi sebesar 2,56%. Keduanya menjadi penopang utama penguatan Indeks Bisnis-27.

Sponsor
Iklan

Pergerakan Saham Lainnya

Tidak hanya ASII dan ISAT, sejumlah saham lain juga mencatatkan kenaikan, di antaranya:

  • PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA): Naik 0,43%
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT): Naik 0,69%
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Naik 0,52%
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): Naik 0,69%
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Naik 0,49%

Saham-saham sektor perbankan seperti BBCA, BBNI, dan BBRI terus menunjukkan stabilitas di tengah dinamika pasar. Penguatan ini menegaskan kepercayaan investor terhadap sektor finansial.

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,51%, memperkuat dominasi sektor telekomunikasi bersama ISAT.

Saham yang Melemah

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan. Berikut daftar saham yang terpantau melemah:

  • PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR): Turun 1,43%
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM): Turun 0,70%
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN): Turun 0,41%
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): Turun 0,88%
  • PT Mayora Indah Tbk. (MYOR): Turun 0,36%

Saham sektor energi dan konsumer, seperti ADMR dan MYOR, tampaknya masih menghadapi tantangan dari volatilitas pasar.

Saham Stagnan

Sebanyak empat saham stagnan pada sesi pembukaan, yaitu:

  • PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP)
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI)

Keadaan stagnan ini menunjukkan bahwa beberapa emiten masih berada dalam fase konsolidasi di tengah sentimen positif pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Ikut Menguat

Penguatan Indeks Bisnis-27 sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang pada sesi pembukaan naik ke posisi 7.093,25. IHSG sempat bergerak di rentang 7.090–7.097 sesaat setelah pembukaan.

Tren ini menunjukkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap prospek ekonomi Indonesia di awal tahun 2025. Didukung oleh stabilitas sektor keuangan dan telekomunikasi, pasar modal diproyeksikan terus bergerak positif dalam waktu dekat.


Kesimpulan

Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan dengan langkah optimistis, ditandai penguatan saham unggulan seperti ASII dan ISAT. Meski beberapa saham masih melemah atau stagnan, keseluruhan indeks memberikan sinyal positif bagi investor. Dengan IHSG yang juga menguat, tren ini diharapkan mampu menarik minat investor baru dan meningkatkan volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum berinvestasi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan